La Masia vs La Fabrica: Rivalitas Sunyi di Balik Gemerlap El Clasico

El Clasico selalu menjadi pertarungan sengit di atas lapangan, tapi ada rivalitas lain antara Barcelona dan Real Madrid yang tersaji jauh dari sorotan publik.

Diperbarui 11 Juni 2025, 14:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jangkauan Luas: Jejak La Masia di Seluruh Negeri

Para pemain didikan La Masia tersebar di berbagai klub La Liga. Real Betis misalnya, memiliki empat mantan anak asuh akademi Barcelona: Marc Bartra, Marc Roca, Rodri Sanchez, dan Sergi Altimira.

Begitu pula klub-klub seperti Atletico Madrid (Nahuel Molina), Celta Vigo (Oscar Mingueza, Ilaix Moriba), Villarreal (Ilias Akhomach, Arnau Sola), hingga Girona yang dihuni Oriol Romeu dan Abel Ruiz. Bahkan di Sevilla, Valencia, Rayo Vallecano, dan Real Sociedad, nama-nama seperti Dani Olmo, Take Kubo, dan Sergio Gomez ikut meramaikan daftar.

Tidak ketinggalan Espanyol—salah satu rival terdekat Barcelona—juga dihuni oleh mantan La Masia seperti Javi Puado, Antonio Roca, dan Sergi Gomez. Ini menunjukkan bahwa jangkauan La Masia begitu luas di kompetisi domestik.

La Fabrica: Lebih Untung, tapi Kurang Berdampak

Real Madrid memang punya keunggulan dalam hal komersialisasi pemain akademinya. Mereka lebih sering menjual lulusan La Fabrica ke klub lain dan mengantongi keuntungan besar. Salah satu contoh sukses adalah transfer Achraf Hakimi yang bernilai tinggi.

Namun, keuntungan finansial ini belum sebanding dengan dampak para alumninya di lapangan. Saat ini, hanya dua pemain dari La Fabrica yang jadi starter tetap di tim utama Madrid, sangat kontras dengan enam pemain dari La Masia di Barcelona.

Dari sisi kontribusi gol pun jebolan La Fabrica hanya mencetak enam gol untuk Real Madrid musim lalu. Ini jadi catatan penting bahwa meski akademi menghasilkan banyak pemain potensial, tak banyak yang benar-benar bertahan di skuad utama.

Sumber: SPORT, Barca Universal

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan