Krisis Timnas Italia: Luciano Spalletti Dipecat Mendadak Usai Kekalahan Memalukan

FIGC memutuskan untuk memecat Luciano Spalletti setelah kekalahan 0-3 dari Norwegia yang membahayakan peluang Italia lolos langsung ke Piala Dunia 2026.

Diterbitkan 08 Juni 2025, 20:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Timnas Italia menghadapi krisis besar setelah dipermalukan Norwegia 3-0 dalam kualifikasi Piala Dunia. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memutuskan untuk memberhentikan pelatih kepala Luciano Spalletti. Keputusan ini diumumkan menjelang laga penting melawan Moldova.

Spalletti menyatakan bahwa pemecatan tersebut bukan keputusannya. Ia mendapat kabar langsung dari Presiden FIGC, Gabriele Gravina. Momen sulit ini mencoreng reputasi sang pelatih, meski hubungan personal mereka tetap disebut baik oleh Spalletti.

Keputusan ini diambil dengan cepat setelah kekalahan memalukan di Oslo. Azzurri kini berada di zona play-off kualifikasi Piala Dunia, dan manajemen FIGC memilih arah baru demi menghindari absensi ketiga kalinya secara berturut-turut di ajang terbesar.

Spalletti: Saya Tidak Meminta Mundur

Menurut laporan Sports AS, Spalletti mengungkapkan kehadiran pasukan FIGC saat konferensi pers sebelum laga melawan Moldova. Ia berbicara cukup lama dengan presiden semalam dan diberitahu bahwa ia akan dibebastugaskan dari posisinya sebagai pelatih tim nasional.

Spalletti merasa sedih karena hubungannya baik dan ia ingin tetap bertahan. "Saya tidak berniat mundur, khususnya ketika situasi tidak begitu baik, saya sebenarnya ingin bertahan dan terus bekerja," ujarnya.

"Namun, ini adalah pembebastugasan, dan saya harus menerimanya." Spalletti juga menegaskan akan tetap memimpin hingga pertandingan melawan Moldova sebelum menyerahkan jabatan.

Kekalahan 0-3 di Norwegia Jadi Biang Kerok

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Italia kalah telak 3-0 di Oslo, memperlihatkan rapuhnya performa tim di kualifikasi. Spalletti menyebut ini sebagai “momen sulit” yang membutuhkan perubahan cepat.

Pertandingan tersebut menyoroti kelemahan transisi pertahanan dan kurangnya agresivitas tim. Ini menjadi indikasi bahwa mental dan rancangan taktik tim telah retak.

Reuters via Bild menyebut, Spalletti masih akan menangani laga melawan Moldova, kemudian kontraknya akan resmi dicabut. FIGC pun mengantisipasi nama pengganti: Claudio Ranieri dan Stefano Pioli disebut-sebut sebagai kandidat serius.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Afrika Selatan vs Kanada Sudah Mulai, Dapatkan Link Live Streaming Piala Dunia 2026

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan