Road to Final UCL: Inter Milan - Perjalanan Epik Menuju Puncak Eropa

Inter Milan kembali ke final Liga Champions dan selangkah lagi menuju gelar keempat mereka. Musim ini bukan sekadar mimpi—ini tentang keyakinan yang tak tergoyahkan

Diperbarui 30 Mei 2025, 08:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Inter: Statistik yang Bicara, Persiapan Menuju Final

14 laga mereka lewati dengan sepuluh kemenangan, tiga kali imbang, dan hanya satu kekalahan. Mereka mencetak 26 gol dan hanya kebobolan 11 kali. Pertahanan kokoh dan serangan efisien menjadi fondasi prestasi ini.

Lautaro Martinez menjelma sebagai pemimpin sekaligus top skor dengan sembilan gol. Menyusul di belakangnya, ada Hakan Calhanoglu dan Marcus Thuram dengan empat gol, serta kontribusi penting dari Dumfries, Frattesi, hingga pemain-pelapis seperti Taremi dan Arnautovic.

Di antara semua statistik, tujuh clean sheet jadi angka paling berbicara. Inter bukan sekadar tim yang mencetak gol, mereka tahu cara menjaga kemenangan.

Inter: Perjalanan ke Final

Fase Liga:

  • Manchester City 0-0 Inter
  • Inter 4-0 Red Star
  • Young Boys 0-1 Inter
  • Inter 1-0 Arsenal
  • Inter 1-0 RB Leipzig
  • Bayer Leverkusen 1-0 Inter
  • Sparta Praha 0-1 Inter
  • Inter 3-0 AS Monaco

Babak 16 besar (Agregat 4-1):

  • Feyenoord 0-2 Inter
  • Inter 2-1 Feyenoord

Perempat final (Agregat 4-3):

  • Bayern 1-2 Inter
  • Inter 2-2 Bayern

Semifinal (Agregat 7-6):

  • Barcelona 3-3 Inter
  • Inter 4-3 Barcelona - extra time

Statistik

  • Total Pertandingan: 14
  • Menang: 10
  • Seri: 3
  • Kalah: 1
  • Gol: 26
  • Kebobolan: 11
  • Clean sheet: 8

Top skor

  • 9 gol: Lautaro Martinez
  • 4 gol: Hakan Calhanoglu, Marcus Thuram
  • 2 gol: Denzel Dumfries, Davide Frattesi
  • 1 gol: Francesco Acerbi, Benjamin Pavard, Marko Arnautovic, Mehdi Taremi

Inter: Biru-Hitam Siap Kembali Menguasai Eropa

Kini, Allianz Arena bukan sekadar tempat netral. Ia akan menjadi panggung sakral, tempat sejarah bisa ditulis ulang.

Inter datang bukan hanya untuk bermain, tetapi untuk menang. Gelar keempat, yang pertama sejak era treble 2010, sudah berada dalam jangkauan.

PSG tentu bukan lawan mudah, tapi Inter sudah melewati medan yang lebih berliku. Mereka tahu bagaimana caranya bertahan dalam badai dan bagaimana mengubah tekanan jadi kekuatan. Malam nanti, biru-hitam bisa saja kembali menguasai Eropa.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan