17 Tahun Penantian Terbayar: Statistik Kejayaan Tottenham di Liga Europa

Gol Brennan Johnson di akhir babak pertama menjadi satu-satunya pembeda dalam duel lawan Manchester United. Gol itu bukan hanya mengantar Spurs juara, tapi juga menutup musim mereka dengan catatan gemilang dan tiket ke Liga Champions musim depan.

Diperbarui 22 Mei 2025, 10:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Akhirnya, Tottenham bisa kembali berpesta. Setelah menanti selama 17 tahun, trofi juara kembali mereka genggam. Liga Europa 2024/25 menjadi penanda akhir penantian panjang mereka.

Final yang digelar di San Mames, Bilbao, berlangsung penuh ketegangan. Gol Brennan Johnson di akhir babak pertama menjadi satu-satunya pembeda dalam duel lawan Manchester United. Gol itu bukan hanya mengantar Spurs juara, tapi juga menutup musim mereka dengan catatan gemilang dan tiket ke Liga Champions musim depan.

Ini adalah trofi mayor pertama Tottenham sejak menjuarai Piala Liga Inggris pada 2008, serta gelar Eropa pertama mereka sejak meraih trofi UEFA Cup (sekarang Liga Europa) pada 1984.

Bagi Tottenham, ini merupakan penanda kebangkitan. Ini adalah sebuah penanda bahwa mereka sekarang punya DNA juara di level Eropa.

Tottenham Patahkan Kutukan di Tanah Spanyol

Musim ini, Tottenham tampil konsisten sejak babak awal Liga Europa. Dari 15 laga, mereka menang 10 kali, imbang 3, dan hanya kalah 2 kali. Total 28 gol mereka cetak, hanya kebobolan 13.

Kemenangan di Bilbao juga membuat mereka menorehkan rekor baru. Ini adalah kemenangan ke-98 mereka di kompetisi UEFA Cup/Liga Europa, terbanyak sepanjang sejarah. Mereka kini melampaui Roma.

Selain itu, Tottenham pun sukses mematahkan kutukan di tanah Spanyol. Sebelum final, mereka belum pernah menang di sana dalam tujuh kunjungan. Catatan itu resmi dihapus di Bilbao.

Pahlawan Baru Bernama Johnson dan Solanke

Dua nama muncul sebagai motor serangan Spurs musim ini. Brennan Johnson dan Dominic Solanke sama-sama mencetak lima gol di Liga Europa. Johnson bahkan jadi penentu di final, mencetak gol ke gawang MU yang bernilai trofi.

James Maddison dan Son Heung-Min juga ikut menyumbang masing-masing tiga gol. Kreativitas di lini tengah tidak lepas dari peran Maddison yang juga mengemas tiga assist, setara dengan Pedro Porro dan Dejan Kulusevski.

Porro tak hanya impresif di segi assist, tapi juga jadi pemain paling tangguh secara fisik. Dia bermain selama 1.098 menit, terbanyak di skuad Tottenham musim ini di kompetisi Eropa.

Dominasi Tottenham atas MU

Final di San Mames mencatat sejarah tersendiri. Ini adalah final antarklub Inggris yang keenam di kompetisi UEFA, terbanyak dari negara mana pun. Inggris kini unggul satu dari Spanyol dan Italia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Uniknya, lima dari enam final terakhir Liga Europa hanya berakhir dengan selisih satu gol. Tren laga ketat terus berlanjut dan Spurs mampu tampil lebih tenang di tengah tekanan besar. Tak hanya di final, dominasi Tottenham atas MU berlangsung sepanjang musim. Mereka menang di dua laga Premier League, satu laga Carabao Cup, dan puncaknya di Liga Europa. Empat kemenangan dari empat pertemuan.

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan