Demi Cetak Atlet Baru, Golf Diusulkan Jadi Kegiatan Ekskul di Sekolah

Golf semakin disukai anak muda. Kini golf diharapkan bisa menjadi kegiatan ekskul di sekolah-sekolah.

OlehThomas
Diperbarui 28 April 2025, 18:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Kehadiran bapak Japto Soelistyo Soerjosoemarno, tidak hanya memberikan kehormatan bagi kami, tetapi juga menjadi suntikan semangat yang luar biasa. Dukungan beliau memotivasi kami untuk terus berkomitmen memajukan olahraga golf, baik melalui turnamen ini maupun upaya memperluas aksesibilitas golf bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ungkap Bagus dengan penuh antusias.

Turnamen ini menggunakan format stroke play dengan sistem handicap System 36 dan dimulai serentak melalui shotgun tee-off. Peserta memperebutkan Piala Bergilir serta berbagai kategori, seperti Best Gross Overall, Best Net Overall, Best Gross dan Best Net untuk Flight A, B, C, dan Ladies, serta kategori spesial seperti Nearest to the Pin, Nearest to the Line, Longest Drive, Most Birdie, dan Eagle Challenge.

Gelar Best Gross Overall diraih oleh M Rhobby Syahferry, yang juga berhak membawa pulang piala perdana turnamen ini, sementara Ary Widiarto meraih Best Nett Overall.

>Melalui turnamen ini, IKASMAN 37 berupaya mengubah persepsi bahwa golf adalah olahraga eksklusif. Dengan mempromosikan golf sebagai ekstrakurikuler, mereka ingin menjadikan olahraga ini lebih merakyat, mendidik, dan membuka peluang bagi generasi muda untuk berprestasi.

“Kami ingin anak-anak melihat golf sebagai jalan menuju prestasi, bukan sekadar hobi elite,” tutup Boy Rafli.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan