Pelatih AS Roma, Aurelio Andreazzoli mengaku tak menyesal dengan strategi yang diterapkannya pada laga final Coppa Italia, Senin (27/5/13) dinihari WIB. Meski tak berjalan dengan baik, Andreazzoli tetap terkesan dengan penampilan para anak asuhnya yang sudah bermain dengan semangat tinggi.
Dalam laga tersebut, Roma dipaksa takluk 0-1. Gawang Roma kebobolan lewat gol winger lazio, Senad Lulic di menit 71. Meski Lazio menang, Andreazzoli tak mengakui kehebatan tim berjuluk Elang Ibukota tersebut. Di matanya, kekuatan Lazio tak jauh berbeda dengan Roma.
"Saya tak ragu dalam membuat keputusan yang sama. Peratrungan di lapangan memang sulit untuk dihadapi. Roma memang kurang berbahaya, tapi Lazio juga begitu. Ini adalah pertandingan yang seimbang karena tak ada satupun yang mau kehilangan gelar," ucapnya seusai laga.
"Secara khusus, saya memang tak menyukai teknik permainan yang ditunjukkan oleh tim. Namun secara umum saya masih bisa terkesan," tambahnya.
Laga ini menjadi akhir penampilan Andreazzoli di bangku pelatih Roma. Musim depan, dirinya akan dilengserkan dan kemunginan besar posisinya bakal digantikan oleh pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri.
"Saat ini, saya benar-benar tak berpikir soal masa depan. Apa yang dikatakan media massa, itu adalah masalah yang mereka buat. Kami masih punya waktu untuk mendiskusikan keadaan ini. Saya tak dapat berpikir tentang hal tersebut saat ini," jelas Andreazzoli.
"Saya senang bisa membantu Roma dengan cara apapun. Saya beruntung dapat bekerja sama dengan para pemain. Itu adalah petualangan besar dan kami sempat mendapatkan hasil yang terbaik," lanjutnya.
Andreazzoli baru dipekerjakan Roma pada Februari lalu. Namun dirinya hanya dikontrak sampai akhir musim ini. Setelah menangani Roma, pelatih berusia 59 tahun tersebut belum mendapatkan tawaran melatih dari klub-klub lain.
Sementara Roma, selain gagal di Coppa Italia mereka juga terpuruk di Serie A. Pada klasemen akhir, I Giallorossi tertahan di peringkat enam. Dengan capaiannya tersebut, Roma dipastikan tak bisa berlaga di kompetisi Eropa musim depan.(FI)
Dalam laga tersebut, Roma dipaksa takluk 0-1. Gawang Roma kebobolan lewat gol winger lazio, Senad Lulic di menit 71. Meski Lazio menang, Andreazzoli tak mengakui kehebatan tim berjuluk Elang Ibukota tersebut. Di matanya, kekuatan Lazio tak jauh berbeda dengan Roma.
"Saya tak ragu dalam membuat keputusan yang sama. Peratrungan di lapangan memang sulit untuk dihadapi. Roma memang kurang berbahaya, tapi Lazio juga begitu. Ini adalah pertandingan yang seimbang karena tak ada satupun yang mau kehilangan gelar," ucapnya seusai laga.
"Secara khusus, saya memang tak menyukai teknik permainan yang ditunjukkan oleh tim. Namun secara umum saya masih bisa terkesan," tambahnya.
Laga ini menjadi akhir penampilan Andreazzoli di bangku pelatih Roma. Musim depan, dirinya akan dilengserkan dan kemunginan besar posisinya bakal digantikan oleh pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri.
"Saat ini, saya benar-benar tak berpikir soal masa depan. Apa yang dikatakan media massa, itu adalah masalah yang mereka buat. Kami masih punya waktu untuk mendiskusikan keadaan ini. Saya tak dapat berpikir tentang hal tersebut saat ini," jelas Andreazzoli.
"Saya senang bisa membantu Roma dengan cara apapun. Saya beruntung dapat bekerja sama dengan para pemain. Itu adalah petualangan besar dan kami sempat mendapatkan hasil yang terbaik," lanjutnya.
Andreazzoli baru dipekerjakan Roma pada Februari lalu. Namun dirinya hanya dikontrak sampai akhir musim ini. Setelah menangani Roma, pelatih berusia 59 tahun tersebut belum mendapatkan tawaran melatih dari klub-klub lain.
Sementara Roma, selain gagal di Coppa Italia mereka juga terpuruk di Serie A. Pada klasemen akhir, I Giallorossi tertahan di peringkat enam. Dengan capaiannya tersebut, Roma dipastikan tak bisa berlaga di kompetisi Eropa musim depan.(FI)
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/56690/original/aurelio-andreazzoli-130527a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)