Ada Efisiensi Anggaran, Pelatnas Wushu DKI Jakarta Tetap Jalan

Wushu DKI Jakarta akan terus mempersiapkan para atlet yang akan main di SEA Games 2025.

OlehThomas
Diterbitkan 27 Februari 2025, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Efisiensi anggaran tengah menjadi isu hangat di Indonesia. Dunia olahraga juga terkena imbasnya. Efisiensi anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyebabkan beberapa cabang olahraga termasuk cabor wushu menghentikan program latihan pelatnas menuju SEA Games Thailand 2025.

Namun pelatnas wushu DKI Jakarta tetap akan berlanjut. Gunawan Tjokro yang kembali terpilih sebagai Ketua Pengprov Wushu DKI Jakarta periode 2025-2029 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Wushu DKI Jakarta di Sasana Rajawali Sakti Pluit Jakarta Utara, Rabu (26/2/2023) tak khawatir dengan efisiensi anggaran.

Gunawan memastikan akan menjalankan komitmen untuk tetap menyiapkan atlet pelatnas asal DKI Jakarta sampai program pelatnas kembali berjalan.

"Kita memahami adanya efisiensi anggaran Kemenpora berdampak terhadap terhentinya program pelatnas. Khusus untuk atlet pelatnas asal DKI Jakarta tidak boleh berhenti menjalankan program latihan karena akan menurunkan kondisi fisiknya. Makanya, saya akan tetap mempersiapkan mereka sehingga siap tampil membela Merah Putih di ajang SEA Games Thailand 2025 nanti," tegas Gunawan Tjokro yang di periode pertama kepengurusannya telah berhasil melahirkan atlet berprestasi dunia seperti Edgar Xavier Marvelo dan Agni Agustine Dimonim.

Di pelatnas wushu menuju SEA Games Thailand 2025 terdapat lima atlet wushu asal DKI Jakarta. Mereka adalah Edgar Xavier Marvelo, Agni Agustine Dimonim, Patricia Geraldine, Andrea Simon, dan Eugenia Diva Widodo.

Usulan Agar Pelatnas Bisa Terus Berjalan

Keinginan Gunawan Tjokro untuk tetap menjalankan program latihan bagi atlet pelatnas wushu DKI Jakarta itu ternyata sejalan dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah.

"Saya tidak ingin atlet pelatnas wushu DKI Jakarta berhenti menjalankan program latihan karena efisiensi anggaran Kemenpora tersebut. Mereka harus tetap berlatih karena DKI Jakarta itu sasaran prestasinya bukan lagi nasional tetapi single even atau multi event internasional. Kita punya anggaran untuk itu. Jadi, silahakan koordinasi," kata Andi Yansyah di hadapan Sekjen PB WI Ngatino dan Wakil Ketua KONI DKI Jakarta Gede Sarjana yang hadir dalam Musprov Wushu DKI Jakarta itu.

"Pengprov Wushu DKI Jakarta memberikan apresiasi atas perhatian dari Kadispora Provinsi DKI Jakarta. Dan, kita akan segera melakukan koordinasi untuk menjalankan program latihan kelima atlet wushu pelatnas asal DKI Jakarta," katanya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Terkait adanya efisiensi anggaran tersebut, Gunawan Tjokro juga mengusulkan agar Kemenpora bisa mengusahakan tempat latihan pelatnas wushu yang selama ini di GBK Arena secara gratis. "Penekanan biaya pelatnas bisa dilakukan salah satunya yakn pihak Kemenpora bisa melobi tempat latihan pelatnas di GBK itu gratis. Biaya sewa tempat latihan itu cukup tinggi," usulnya. Ketika disinggung program Pengprov Wushu DKI Jakarta ke depan, Gunawan Tjokro menjelaskan akan memenuhi permintaan Sekjen PB WI Ngatino yang dalam sambutannya meminta DKI harus punya wasit yg bersertifikat international dan pembibitan/pembinaan atlet sanda perlu dipercepat. "Ini satu masukan yang baik dan Pengprov Wushu DKI Jakarta siap menjalankannya," tandas Gunawan Tjokro yang sedang menjalani pendidikan untuk meraih gelar Doktor di Universitas Negeri Semarang (UNES). Dia juga menyebut prestasi wushu Indonesia mengalami kemajuan pesat sejak Ketua Umum PB WI dijabat Airlangga Hartarto. Dengan konsep program pembinaan yang jelas dan rutinnya pelaksanaan event tingkat nasional dan pengiriman atlet ke single event internasional, Indonesia sudah berhasil masuk dalam 10 besar dunia khusus Taolu. Gunawan Tjokro terpilih sebagai Ketua Pegprov Wushu DKI Jakarta periode 2025-2029 secara aklamasi. "Kita memilih pak Gunawan Tjokro karena sudah terbukti. Bukan hanya program pembinaan berjalan tetapi prestasi atlet wushu DKI Jakarta juga meningkat di bawah kepemimpinannya," kata Ketua Pengkot Wushu Jakarta Selatan, Hulaefi, suaminya Lindswel Kwok yang merupakan peraih emas Asian Games Jakarta 2018 dan juara dunia wushu.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan