3 Jejak Timnas Indonesia di Piala AFF: Finalis Terbanyak dan Pengalaman Pahit Adu Penalti

Piala AFF 2024 sudah di depan mata. Ajang sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara itu berlangsung mulai 8 Desember hingga 5 Januari mendatang. Sebelum menyaksikan sengitnya kompetisi, patut disimak cerita Timnas Indonesia sepanjang turnamen.

Diterbitkan 07 Desember 2024, 00:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Piala AFF 2024 sudah di depan mata. Ajang sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara itu berlangsung mulai 8 Desember hingga 5 Januari mendatang.

Sebelum menyaksikan sengitnya kompetisi, patut disimak cerita Timnas Indonesia sepanjang turnamen. Sejak pertama kali diadakan pada tahun 1996 dengan nama Piala Tiger, Indonesia telah berhasil mencapai final sebanyak enam kali. Tahun-tahun tersebut adalah 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.

Meskipun sering mencapai final, Timnas Indonesia belum pernah meraih gelar juara. Hal ini memunculkan ledekan di kalangan penggemar yang menyebut tim ini sebagai spesialis runner-up.

Piala AFF juga diwarnai dengan berbagai momen dramatis. Salah satu yang paling mengesankan terjadi pada edisi 2004, di mana Boaz Solossa menjadi sorotan utama. Pada usia 18 tahun, Boaz menunjukkan kemampuan luar biasa sebagai penyerang yang sangat berbahaya.

Pelatih Peter Withe memadukan Boaz dengan Ilham Jaya Kesuma, yang sudah lebih berpengalaman dan berusia delapan tahun lebih tua. Kombinasi ini menghasilkan performa gemilang, di mana Boaz berhasil mencetak empat gol, hanya terpaut tiga gol dari Ilham yang mencetak tujuh gol dan meraih gelar top skorer.

Di edisi tersebut, Timnas Indonesia, yang diperkuat oleh pemain-pemain berbakat seperti Mahyadi Panggabean, Elie Aiboy, Kurniawan Dwi Yulianto, Charis Yulianto, Ponaryo Astaman, dan Mauly Lessy, berhasil melangkah ke final melawan Singapura.

Sayangnya, perjuangan mereka harus terhenti setelah kalah dalam dua pertemuan. Pada pertandingan pertama, Indonesia menyerah dengan skor 1-3, dan di laga final berikutnya, mereka kembali kalah dengan skor 1-2.

Meski belum berhasil meraih gelar, pencapaian Timnas Indonesia di Piala AFF tetap menjadi sumber kebanggaan dan harapan bagi para penggemar sepak bola Tanah Air. Dengan perjalanan yang penuh liku, masih ada peluang bagi Indonesia untuk mengukir sejarah baru di turnamen mendatang.

1. Panggung BP dan Si Kurus

Piala AFF bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga merupakan momen bersejarah bagi para legenda sepak bola Indonesia. Selain Boaz Solossa, dua nama besar lainnya yang mencuri perhatian adalah Kurniawan Dwi Yulianto dan Bambang Pamungkas. Keduanya berhasil menempati posisi dalam daftar 10 besar top skorer sepanjang sejarah Piala AFF.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kurniawan Dwi Yulianto mencatatkan prestasi gemilang dengan mencetak 13 gol selama tiga edisi Piala AFF yang diikutinya, yaitu pada tahun 1996, 1998, dan 2004. Keberhasilannya menjadikan Kurniawan sebagai salah satu penyerang tersubur dalam sejarah turnamen ini. Bambang Pamungkas juga menunjukkan performa yang mengesankan dengan total 12 gol dalam enam keikutsertaannya di Piala AFF, yakni pada tahun 2000, 2002, 2007, 2008, 2010, dan 2012. Sebagai mantan bintang Persija Jakarta, Bambang menjadi salah satu pemain Indonesia yang paling sering tampil di turnamen bergengsi Asia Tenggara ini. Selain Kurniawan dan Bambang, ada pula Gendut Doni Christiawan dan Budi Sudarsono yang turut menyumbangkan gol-gol penting bagi timnas. Gendut Doni menjadi pencetak gol terbanyak pada Piala AFF 2000 dengan lima gol, sementara Budi Sudarsono meraih prestasi serupa pada Piala AFF 2008 dengan total empat gol. Piala AFF tidak hanya menjadi tempat berkompetisi, tetapi juga menjadi saksi bisu dari perjalanan karier para legenda sepak bola Indonesia. Dengan prestasi yang telah ditorehkan, mereka tetap dikenang sebagai pahlawan yang mengharumkan nama bangsa di kancah sepak bola Asia Tenggara.

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan