3 Peluru Cadangan Timnas Indonesia untuk Kejutkan Bahrain

Timnas Indonesia menghadapi Bahrain dalam ronde 3 kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (10/10/2024) malam WIB. Berstatus tim tamu, Garuda mengusung satu tujuan jelas yakni meraih kemenangan!

Diterbitkan 10 Oktober 2024, 00:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ternyata, pelatih Shin Tae-yong (STY) memiliki alasan yang kuat di balik keputusan ini, mengingat performa gemilang Hokky Caraka di BRI Liga 1 2024/2025. Di usia 20 tahun, Hokky tengah menunjukkan penampilan terbaiknya, termasuk saat ia mencetak dua gol (brace) dalam pertandingan PSS Sleman melawan Arema FC di pekan keenam di Stadion Manahan, Solo, pada 20 September 2024.

Dalam laga melawan Bahrain, meski tidak menjadi starter, Hokky Caraka siap memberikan kontribusi penting dari bangku cadangan. Sebagai seorang striker, jebolan Garuda Select ini memiliki kecepatan dan akurasi tembakan yang mumpuni, baik di dalam maupun di luar kotak penalti.

2. Ricky Kambuaya

Supersub yang membuat Bahrain was-was adalah Ricky Kambuaya, pemain asal Papua yang memiliki tenaga seperti kuda. Gelandang petarung ini juga bisa dimainkan sebagai penyerang sayap, dan ia merupakan sosok yang sangat dekat dengan pelatih Shin Tae-yong.

Setiap kali timnas bertanding, STY hampir selalu memanggilnya, mengingat Kambuaya lahir di Sorong pada 5 Mei 1996. Dengan kelincahan dan keberanian yang dimilikinya, Ricky adalah tipe penyerang yang tak ragu untuk melakukan penetrasi, bahkan hingga ke dalam kotak penalti lawan.

Jika Indonesia terjebak dalam kebuntuan mencetak gol melawan Bahrain, besar kemungkinan Shin Tae-yong akan mengandalkan Ricky Kambuaya untuk menyegarkan serangan tim.

3. Malik Risaldi

Meskipun tergolong "pendatang baru" di Timnas Indonesia, Malik Risaldi tetap memiliki peluang untuk tampil melawan Bahrain dan China. Mantan bintang Madura United yang kini memperkuat Bajul Ijo Persebaya Surabaya ini memiliki nilai tersendiri di mata pelatih Shin Tae-yong.

Oleh karena itu, jika ada yang meragukan atau mempertanyakan pemanggilan Malik Risaldi ke timnas, itu menunjukkan kurangnya pemahaman tentang potensi penyerang berusia 27 tahun ini. Malik Risaldi dikenal sebagai pemain dengan visi dan misi permainan yang jelas, sejalan dengan skema yang diterapkan oleh pelatih.

Dengan postur atletis 171 cm, ia sangat cocok untuk bermain di lini tengah atau beroperasi sebagai winger. Minimnya pengalaman di Timnas Indonesia bisa menjadi keuntungan tersendiri, karena tim pelatih Bahrain mungkin akan kesulitan untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan Malik.

Jika ia mendapatkan kesempatan untuk tampil sebagai supersub, itu bisa menjadi berkah bagi Malik Risaldi. Kita tunggu aksi menariknya di lapangan!

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan