Kontroversi Fasilitas hingga Makanan Atlet PON Aceh-Sumut 2024, Tanggung Jawab Siapa?

Jelang penutupan pada Jumat (20/9/2024) malam, PON Aceh-Sumut 2024 menghadirkan kabar-kabar kurang bagus. Apa yang terjadi di sana justru dijadikan catatan tentang apa yang harus dihindari dan layak dipelajari.

Diterbitkan 20 September 2024, 00:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun, kebanyakan atlet mengaku tak mendapatkan hidangan layak, porsi sedikit, dan bahkan ada yang basi. Beberapa atlet lainnya juga memprotes keterlambatan dalam pengantaran makanan.

Pemukulan Wasit Sepak Bola 

Selain masalah infrastruktur dan pelayanan, PON 2024 turut menghadirkan kontroversi yang mencederai nilai-nilai sportivitas olahraga. Ini hadir pada laga perempat final cabor sepak bola putra yang mempertemukan Aceh dan Sulawesi Tengah, Sabtu (14/9/2024).

Wasit Eko Agus Sugiharto mengeluarkan tiga kartu merah plus menganjar dua penalti bagi Sulteng. Rentetan keputusan itu memicu emosi pemain Sulteng Muhammad Rizki Saputra yang kemudian menghantamnya. Sang pengadil laga langsung terjatuh dan dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit setelah sempat mendapat perawatan medis. Sulteng akhirnya memilih mundur dalam kedudukan 1-1.

Insiden ini memicu reaksi keras dari PSSI. Ketua Umum Erick Thohir memastikan pihaknya bakal melakukan investigasi mendalam atas peristiwa tersebut, tak terkecuali kepemimpinan wasit yang dinilai penuh kejanggalan.

Selanjutnya, sanksi berat akan dijatuhkan, baik kepada pihak yang terbukti menggulirkan laga secara tidak fair, maupun pemain yang gagal memberi respons sportif atas situasi di lapangan.

"Memalukan. Sangat memalukan. PSSI akan mengusut tuntas peristiwa ini dan akan menjatuhkan sanksi terberat!" tegas Erick Thohir.

"Pastinya akan dilakukan investigasi mendalam. Indikasi pertandingan yang tidak fair menjadi materi serius yang ditelaah. Pun halnya reaksi pemain yang dipastikan berbuah sanksi yang sangat berat."

"Ini adalah tindakan kriminal yang punya konsekuensi hukum. Skandal soal keputusan wasit jadi hal lain yang juga punya konsekuensi hukum jika memang ternyata terindikasi diatur oleh oknum tertentu," tambahnya.

Pemerintah Pusat Turun Tangan Hadapi PON Aceh-Sumut 2024

Rentetan masalah ini memaksa pemerintah pusat turun tangan sesuai kapasitas masing-masing. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimoeljono menyatakan pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi venue yang rusak.

"Sekarang K3 kami sudah ke sana. Karena ada, ya maksudnya enggak ada alasan, kita lihat kenapa itu," kata Basuki kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/9/2024).

Selain itu, Menteri PUPR akan melakukan evaluasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

"Pak Menko PMK ngundang untuk evaluasi. Pak Presiden juga di dalam penjelasannya sudah akan mengeluarkan. Mungkin ini persiapan untuk evaluasi oleh Presiden," ujar Basuki.

"Saya kira kalau Pak Menko PMK ngundang rapat untuk evaluasi PON, utamanya Pak Menpora. Kemudian mungkin saya, dan lain-lain," sambungnya.

Saat ditanyakan soal evaluasi awal dari Kementerian PUPR seperti apa, Basuki menyebut hal itu tergantung dengan Kemenko PMK.

"Ya, nanti tergantung Pak PMK. Kalau saya, internally, saya sudah mengevaluasi. Semua kan ada berapa, 18 venue yang ada di Aceh, 18 kan. Semua sudah oke, kecuali yang kemarin. Ya, kan ada badai besar memang. Kemudian yang di stadion juga sudah selesai, di Sumut. Besok, Jumat kan dipenutupkan. Yang jalan-jalan yang tanggung jawab kami juga sudah selesai," jelasnya.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Dito Ariotedjo memastikan masalah konsumsi telah ditangani. Dia menyebut problema ini lebih banyak muncul di Aceh karena situasi setempat.

Warung makan di Aceh jauh lebih sedikit ketimbang Sumut, ditambah lagi dengan jam kerja yang berbeda dengan daerah lainnya.

"Di Aceh itu, kalau tidak salah, setiap azan itu harus berhenti, khususnya azan Maghrib. Nah, jadi memang ada keluhan juga terkait jadwal pengiriman," ujar Menpora Dito pada rapat kerja (raker) bersama Komisi X DPR RI, Kamis (12/9/2024).

"Tapi saya yakin ini ya bagaimanapun yang namanya kultur dengan kebutuhan harus kita cari solusinya Dan ini yang sedang diadaptasikan. Jadi kalau makanan, relatif lebih banyak masalah di Aceh."

KPK Tunggu Laporan Dugaan Korupsi di PON Aceh-Sumut 2024

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut turun tangan. Serangkaian masalah yang muncul di PON Aceh-Sumut 2024 membuat lembaga antirasuah ini siaga terkait adanya dugaan korupsi.

"Ya memang, kita juga mendapat informasi dari rekan-rekan jurnalis, melalui pemberitaan-pemberitaannya, bahwa ada beberapa venue yang tidak siap, venue yang roboh dan lain-lain," kata Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, Kamis (19/9/2024).

Asep menegaskan bahwa timnya saat ini tengah bergerak untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait dugaan korupsi. Ia juga berharap agar masyarakat, terutama yang berada di sekitar lokasi pembangunan venue, dapat aktif memberikan laporan kepada KPK.

"Nah itu juga saya yakin teman-teman kita di PLPM dan ini juga sudah apa namanya bergerak untuk mengumpulkan informasi, dan syukur -syukur masyarakat di atau jurnalis yang ada di Aceh maupun di Sumatera Utara, di sekitaran venue itu juga berikan laporan kepada kita, untuk kita tindaklanjuti," ujarnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ady Anugrahadi, Harley Ikhsan, Shinta NM SinagaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan