3 Pemain Terbuang Timnas Indonesia usai Melawan Shin Tae-yong, Elkan Baggott Terbaru

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong tengah memantau pemain jelang kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dia menyaksikan pertandingan antara Malut United dan Persebaya Surabaya dalam pekan kedua BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Madya, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2024) sore WIB.

Diterbitkan 18 Agustus 2024, 00:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Salah satu momen terbaiknya terjadi saat Tim Garuda melakoni laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Rizal Memorial Stadium, Manila, Filipina, pada November lalu. Gol penyama yang dicetak Saddil pada menit ke-70 berhasil menyelamatkan Indonesia dari kekalahan, dan membuat Filipina harus puas dengan hasil imbang 1-1. Namun, saat PSSI merilis daftar pemain untuk Piala Asia 2023, nama Saddil Ramdani tidak muncul dalam 23 pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong. Hal ini menimbulkan tanda tanya.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memberikan penjelasan terkait absennya Saddil. "Ada kriteria yang dinilai oleh coach Shin Tae-yong, mulai dari aspek teknis hingga strategis," ungkap Sumardji.

Namun, belakangan muncul kabar bahwa Saddil Ramdani tidak lagi menjadi bagian dari rencana STY karena masalah sikap. Shin Tae-yong dikenal sebagai pelatih yang disiplin dan tegas dalam pendekatannya. Keputusan ini tentu menjadi sorotan, mengingat kontribusi Saddil yang sebelumnya sangat berarti bagi timnas.

Ramai Rumakiek

Umurnya masih sangat muda, baru 21 tahun. Seandainya tidak terjadi perselisihan dengan Shin Tae-yong, kemungkinan besar Ramai Rumakiek akan mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk membela Timnas Indonesia.

Namun, nasib berkata lain, dan winger Persipura Jayapura ini harus tersisih. Ramai Rumakiek terpaksa dicoret dari skuad karena ia tidak memenuhi panggilan Shin Tae-yong menjelang SEA Games 2023. Hingga Timnas Indonesia berangkat ke Korea Selatan untuk pemusatan latihan (TC), Ramai Rumakiek belum juga muncul. Ia mengaku tidak bisa hadir TC karena sakit.

Shin Tae-yong pun menyarankan agar Ramai menjalani perawatan di Jakarta, tetapi kabarnya Ramai menolak tawaran tersebut. Shin Tae-yong kemudian memberikan kesempatan lain dengan meminta Ramai untuk menyerahkan paspor demi kelancaran pengurusan visa. Sayangnya, Ramai lagi-lagi tidak merespons.

"Kami sudah mengirimkan surat panggilan, tetapi dia tidak memberikan tanggapan. Terpaksa saya harus menjatuhkan sanksi," kata STY saat itu mengenai sikap Ramai yang dianggap menentang.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan