Kontroversi Tinju Wanita Olimpiade Paris 2024 Berakhir, Atlet Italia Minta Maaf dan Sebut Bakal Hormati IOC

Kontroversi yang sempat mewarnai cabor tinju wanita di Olimpiade Paris 2024 nampaknya mulai menemukan titik akhir. Atlet Italia Angela Carini menyampaikan permohonan maaf kepada lawannya dan mengaku bakal menghormati keputusan IOC.

Diterbitkan 03 Agustus 2024, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Semua atlet yang berpartisipasi dalam turnamen tinju Olimpiade 2024 mematuhi aturan kelayakan dan pendaftaran kompetisi, termasuk semua peraturan medis yang berlaku dan ditetapkan oleh Unit Tinju Paris 2024 (PBU). Seperti pada kompetisi tinju Olimpiade sebelumnya, jeniskelamin dan usia atlet didasarkan pada paspor mereka," ungkap IOC dalam pernyataannya yang dilansir dari NDTV Sports.

"Kami sudah melihat laporan terkait informasi menyesatkan soal dua atlet wanita (Imane Khelif dan Lin Yu Ting) yang berkompetisi di Olimpiade Paris 2024. Mereka sudah bertanding dalam kompetisi tinju internasional selama bertahun-tahun dalam kategori wanita, termasuk Olimpiade Tokyo 2020, Kejuaraan Dunia IBA, dan turnamen yang disetujui IBA."

"Mereka adalah korban dari keputusan tiba-tiba dan sewenang-wenang yang diambil IBA. Menjelang akhir Kejuaraan Dunia IBA pada 2023, mereka tiba-tiba diidskualifikasi tanpa proses hukum apa pun," tambah IOC.

Atlet Italia Minta Maaf

Belakangan, dengan dinamika kontroversi yang terjadi, Angela Carini kembali buka suara. Petinju wanita asal Italia itu mengaku dirinya sedih dan menyampaikan permohonan maaf kepada Imane Khelif yang menjadi lawannya beberapa waktu lalu.

Kepada surat kabar Italia, Gazzetta dello Sport yang dikutip dari BBC, Carini juga mengungkap dirinya bakal menghormati keputusan IOC. Dia tak akan menampik apabila Komite Olimpiade Internasional memang menyatakan lawannya layak untuk bertanding.

"Semua kontriversi ini membuat saya sedih. Saya juga memohon maa kepada lawanya. Jika IOC menyatakan dia bisa bertanding, saya menghormati keputusan itu," ucapnya, kepada Gazzetta dello Sport.

Lebih lanjut, Carini juga menyampaikan rasa penyesalan lantaran dia tidak menjabat tangan Khelif selepas laga berakhir. Menurut pengakuannya, hal itu bukanlah sesuatu yang dilakukan secara sengaja.

"Itu bukan sesuatu yang ingin saya lakukan. Sebenarnya, saya ingin meminta maaf kepada dia dan semua orang lain. Saya sangat marah karena Olimpiade saya gagal total," sambung Carini dikutip dari BBC.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda IndrasariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan