Filosofi Erick Thohir Atasi Masalah Persepakbolaan Nasional, Pilih Solusi Ketimbang Berdebat

Filosofi Ketum PSSI Erick Thohir ditunjukkan saat menangani masalah pemanggilan pemain ke timnas dan persiapan JIS sebagai lokasi penyelenggaraan Piala Dunia U-17.

Diterbitkan 31 Agustus 2023, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Kita tentu tetap butuh disupport dari klub dan liga untuk menebalkan jumlah pemain timnas kita. Tapi juga September ini kita akan mulai elite pro academy. Itu positif untuk semakin menebalkan stok pemain," ujar Erick.

Erick Thohir Nilai Membangun Timnas Tidak Bisa Sepotong-potong

Erick mengatakan dengan sistem timnas yang berjenjang maka sudah pasti kompetisi usia muda menjadi kunci. Elite pro academy, kata Erick, juga bisa menjadi sarana regenerasi bagi klub.

Dengan adanya elite pro academy diharapkan tidak ada jenjang timnas yang kosong. Hal ini terutama jika seluruh jenjang timnas serentak menggelar kegiatan. Sebagai contoh pada September ini tiga jenjang timnas, yakni U-17, U-23, dan senior sama sama melakukan uji coba.

"Kenapa membangun tim nasional itu tidak bisa sepotong-sepotong Kita harus ada kelompok umur, terus meningkat dan ini program jangka panjang. Karena terbukti, contoh ketika kita mengadakan pertandingan FIFA Match Day September ini, ada tentu buat senior team, ada juga buat U-23 AFC, skuat pemainnya jadi tipis. Nah artinya apa? Itulah tugas kami di PSSI untuk menebalkan stok pemain baik lewat liga, elite pro academy, atau TC khusus," ujar Erick.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Achmad Yani Yustiawan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan