Borussia Monchengladbach Buka Akademi Sepak Bola di Indonesia, CSR Perusahaan Diminta Sediakan Beasiswa untuk Talenta Berbakat

Borussia Monchengladbach mengikuti jejak klub-klub Eropa lainnya seperti Arsenal, Liverpoo, Ajax, dan Chelsea membuka akademi sepak bola di Indonesia. CSR Perusahaan diminta sediakan beasiswa anak-anak muda berbakat di Indonesia untuk disekolahkan di akademi sepak bola internasional.

Diperbarui 06 Juni 2023, 18:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Lebih lanjut Qodari menerangkan, berkaca dari peserta Piala Dunia 2022 di Qatar, setidaknya salah satu variabel yang bisa membuat sepak bola suatu negara itu bisa bersaing pada tingkat global adalah pemain Indonesia harus merumput di liga top Eropa dan Asia.

"Pemain Indonesia harus bisa berkarier dan bermain di liga utama Eropa. Argumentasi untuk menunjang variabel ini itu bisa dilihat dari Tim Nasional Jepang misalnya yang mengalahkan Jerman, 26 pemain Timnas Jepang yang didaftarkan Piala Dunia 2022 itu ada 8 pemain yang berkarier di liga utamanya Jerman," paparnya.

"Profesionalitas dan kualitas permainan liga terbaik dapat meningkatkan kemampuan pemain, mental dan juga pengalaman, seperti yang dilakukan Jepang, Korsel, Iran dan Australia." imbuh Qodari.

Filosofi Sepak Bola Jerman

Sementara itu, Co-Founder Borussia Academy Indonesia Saras Desch mengatakan bahwa akademi ini akan menerapkan filosofi sepak bola Jerman. Borussia Monchengladbach Academy Indonesia bakal memulai pelatihan pada 12 Juni 2023.

"Borussia Academy Indonesia akhirnya akan mulai kita start 12 Juni bertempat di sekolah Jerman Jakarta di kawasan BSD dan nanti ke depannya mungkin kita akan melihat bibit-bibit anak-anak Indonesia mudah-mudahan kita bisa kirim juga untuk trial untuk kita bisa kirimkan ke klub Borussia Monchengladbach," kata Saras Desch.

Kehadiran akademi ini membuat anak-anak Indonesia bisa bermimpi tampil di Eropa. Saras menegaskan nantinya ada kesempatan untuk seleksi bersama Gladbach.

"Nanti ke depannya mungkin kami akan melihat anak-anak Indonesia, mudah-mudahan bisa dikirim untuk seleksi ke Borussia Monchengladbach. Yang membedakan adalah filosofi semua anak bisa bermain sepak bola," tutur Saras Dech.

"Mudah-mudahan ke depannya dan di sini kita juga di Indonesia membuka kesempatan untuk segala pihak semua pihak untuk bekerjasama dengan kami untuk membangun bagaimana kepelatihan di Indonesia membina anak-anak Indonesia begitu," pungkas Saras.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan