Borussia Monchengladbach Buka Akademi Sepak Bola di Indonesia, CSR Perusahaan Diminta Sediakan Beasiswa untuk Talenta Berbakat

Borussia Monchengladbach mengikuti jejak klub-klub Eropa lainnya seperti Arsenal, Liverpoo, Ajax, dan Chelsea membuka akademi sepak bola di Indonesia. CSR Perusahaan diminta sediakan beasiswa anak-anak muda berbakat di Indonesia untuk disekolahkan di akademi sepak bola internasional.

Diperbarui 06 Juni 2023, 18:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Borussia Monchengladbach resmi mendirikan Borussia Academy di Indonesia. Peluncuran akademi ini digelar di Deutsche Schule Jakarta, BSD City, Tangerang Selatan, Sabtu (3/6/2023).

Borussia Academy hadir mengikuti jejak klub-klub Eropa lainnya, seperti Arsenal, Liverpool, AFC Ajax, Chelsea, hingga La Liga yang telah lebih dulu mendirikan akademi di Indonesia

M. Qodari mengapresiasi pembukaan Borussia Monchengladbach Academy Indonesia. Menurut direktur eksekutif Indo Barometer tersebut, kehadiran akademi sepak bola internasional di Indonesia berpotensi mencetak pemain berkualitas yang dapat memperkuat skuad Garuda di masa depan.

Untuk itu, Qodari mendorong agar perusahaan swasta bisa mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) bagi pengembangan sepak bola Indonesia. Dana itu dalam bentuk beasiswa kepada anak-anak muda berbakat di seluruh Indonesia untuk disekolahkan di klub-klub atau akademi sepak bola internasional demi mengasah talenta muda dan pembinaan usia dini.

"Perusahaan memberikan CSR berupa beasiswa sepak bola di klub-klub sepak bola, di sekolah sepak bola internasional kepada bakat-bakat muda di daerah," kata Qodari kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/6/2023).

 

Sepak Bola Banyak Dimainkan dan Digemari di Indonesia

Menurut Qodari, beasiswa itu diberikan mengingat sepak bola adalah cabang olahraga yang banyak dimainkan dan digemari oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Tidak hanya di kota, melainkan juga sampai ke pelosok daerah.

Qodari menilai, talenta-talenta muda berbakat juga banyak lahir dari daerah-daerah yang notabenenya berasal dari kalangan menengah ke bawah. Sehingga harus dijaring dan dibantu pengembangan bakatnya di tempat yang tepat.

"Banyak juga pemain muda Indonesia yang berasal dari kalangan menengah ke bawah, oleh sebab itu beasiswa CSR dari perusahaan menjadi salah satu pendorong pengembangan bakat-bakat muda," ucap Qodari

Dengan ditempa dan dilatih di akademi sepak bola internasional, lanjutnya, diharapkan pembinaan bibit-bibit muda memiliki standar kualitas yang tidak hanya level nasional namun juga tingkat internasional. Sehingga ada kesempatan direkrut oleh klub top Eropa.

"Ini kesempatan emas bagi pemain muda kita untuk disekolahkan salah satunya di situ. Dilatih dan dibina oleh pelatih berasal dari Jerman langsung," ujarnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Lebih lanjut Qodari menerangkan, berkaca dari peserta Piala Dunia 2022 di Qatar, setidaknya salah satu variabel yang bisa membuat sepak bola suatu negara itu bisa bersaing pada tingkat global adalah pemain Indonesia harus merumput di liga top Eropa dan Asia. "Pemain Indonesia harus bisa berkarier dan bermain di liga utama Eropa. Argumentasi untuk menunjang variabel ini itu bisa dilihat dari Tim Nasional Jepang misalnya yang mengalahkan Jerman, 26 pemain Timnas Jepang yang didaftarkan Piala Dunia 2022 itu ada 8 pemain yang berkarier di liga utamanya Jerman," paparnya. "Profesionalitas dan kualitas permainan liga terbaik dapat meningkatkan kemampuan pemain, mental dan juga pengalaman, seperti yang dilakukan Jepang, Korsel, Iran dan Australia." imbuh Qodari.

Halaman
Show All
Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan