Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023, Ganjar Pranowo: Ini Bukan Kiamat

Ganjar Pranowo mengatakan batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 bukan kiamat. Gubernur Jawa Tengah itu meminta Timnas Indonesia U-20 agar tetap semangat dan berlatih.

Diperbarui 30 Maret 2023, 17:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Indonesia harus rela melepas status sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Pasalnya, FIFA sudah mencoret Indonesia sebagai tuan rumah turnamen sepak bola dua tahunan tersebut.

Keputusan itu diambil setelah Presiden FIFA Gianni Infantino bertemu dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir di Doha, Qatar, Rabu (23/3/2023) malam WIB.

"Menyusul pertemuan hari ini antara Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, FIFA telah memutuskan, dengan mempertimbangkan situasi terkini, untuk membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023," bunyi pernyataan FIFA.

Kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 dikarenakan gencarnya penolakan terhadap salah satu tim peserta, Israel. Dalam keterangan tertulisnya FIFA menyatakan Indonesia batal jadi tuan rumah akibat kondisi terkini di Tanah Air yang tidak lain adalah aksi penolakan terhadap Israel.

Kehadiran timnas Israel di Piala Dunia U-20 2023 ditolak berbagai macam ormas, partai politik, hingga pejabat seperti Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Terjait keputusan FIFA, Ganjar Pranowo mengaku kecewa. "Ya kecewalah, kita sudah siapkan sejak awal kok, kan tinggal beberapa catatan saja yang bisa kita lakukan," katanya di Semarang, Kamis (30/3/2023), seperti dikutip dari Antara.

Dalam kesempatan ini, Ganjar meminta Timnas Indonesia U-20 agar tetap semangat dan terus berlatih. "Ini bukan kiamat, harus terus berlatih dan membangun persepakbolaan Indonesia dengan serius dan utuh karena masih banyak ajang yang bisa disiapkan dengan baik," ujar kepala daerah dari PDI Perjuangan itu.

 

Ada Peluang

Menurut Ganjar Pranomo, masih ada peluang Indonesia menjadi Co-Host Piala Dunia U-20. "Kalau boleh saya sampaikan, di awal-awal yang berkomunikasi sebelum saya mengeluarkan statemen kepada seluruh kementerian, termasuk PSSI adalah peluang co-host sehingga relasi antarnegara, konstitusi terpegang, dan olahraga berjalan," paparnya.

Dia meminta semua pihak menunggu keputusan satu tahap lagi dari FIFA dan pemerintah. "Satu kata yang saya sampaikan tunggu keputusan satu tahap lagi, kalau bahasanya Mas Gibran (Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka) di Twitter-nya ‘ada plan b dan plan c’, mudah-mudahan November 2023 ada keputusan yang baik untuk kita semua,” katanya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan