Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2022, Sukses Maroko Lampaui Batas Sepak Bola

Maroko telah menginspirasi seluruh benua dan dunia, menyatukan Afrika dan mereka yang merasa Arab, bahkan Aljazair yang sedang berkonflik dan belakangan makin memanas.

Diterbitkan 15 Desember 2022, 00:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Warga Aljazair pergi ke Qatar untuk memberikan dukungan kepada tim nasional Maroko yang akan menghadapi Portugal. Fakta ini menunjukkan keberhasilan Maroko sudah memberi kebanggaan bagi seluruh rakyat Afrika.

Pasalnya, keberhasilan Maroko tak hanya membuka lembaran sejarah baru bagi sepak bola Afrika, tapi juga membuat konflik dilupakan.

Sebelum Maroko, tim Afrika yang sukses menembus perempat final Piala Dunia adalah Kamerun (1990), Senegal (2002), dan Ghana (2010). Belum ada yang mampu menembus babak semifinal.

Para penggemar sepak bola dari Aljazair tak peduli dengan perselisihan pemerintahnya dengan Maroko, yang makin meruncing beberapa tahun terakhir. Bahkan kedua negara memutuskan hubungan diplomatik pada Agustus 2021.

Sepekan sebelum pemutusan hubungan, Aljazair menuding Maroko turut berkontribusi dalam kebakaran hutan di negaranya. Imbas kebakaran ini, puluhan ribu hektar hutan hangus, dan 90 orang tewas, termasuk 30 tentara.

Aljazair menuding kelompok separatis wilayah Berber dan Rabat sebagai dalang kebakaran hutan itu.

Selain itu, Aljazair tidak senang dengan pemulihan hubungan Maroko baru-baru ini dengan Israel, sementara juga menuduh mereka mendukung MAK, Gerakan Otonomi Kabylie, yang mengupayakan penentuan nasib sendiri untuk provinsi pesisir kecil dari Aljazair.

Di sisi lain, Maroko menuduh Aljazair mendukung kampanye Front Polisario untuk kemerdekaan Sahara Barat, dan juga menuduh asosiasi sepak bola Aljazair melakukan "perampasan budaya" atas perlengkapan pelatihan menjelang Piala Dunia.

Kedua negara juga berselisih soal wilayah yang disengketakan Sahara Barat. Rabat menuduh Algiers mendukung kampanye kelompok separatis di Maroko Front Polisario untuk memproklamirkan kemerdekaan di Sahara Barat.

Namun rakyat kedua negara itu tak peduli dengan pertikaian yang ada.

Kebanggaan

Maroko juga membuat Afrika dan negara-negara Arab mendukung mereka setelah tiga wakil Asia terlempar dari Piala Dunia 2022.

Tak heran, menjelang laga Maroko vs Portugal, Achraf Hakimi dan kawan-kawan tidak hanya mendapat dukungan dari 37 juta penduduk tanah kelahiran mereka. Namun, seluruh Benua Afrika bersatu mendukung Singa Atlas.

Di sekitar Souq Waqif, para pendukung dari Aljazair mudah ditemui. Mereka bernyanyi sambil mengibarkan bendera Aljazair.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Satu, dua, tiga! Viva l'Algérie!" demikian nyanyian yang bergema di sekitar Souq Waqif di hari-hari menjelang semifinal Piala Dunia, seperti dikutip dari Deutsche Welle, Selasa (13/12/2022). Nyanyian Itu sering diselingi dengan membawakan lagu kebangsaan Aljazair dan lagu rakyat tradisional yang dinyanyikan oleh para penggemar yang dibungkus dengan bendera Aljazair.

Halaman
Show All
Yo Kavya, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan