Profil Aurelien Tchouameni: Perisai Prancis di Piala Dunia 2022, Bikin Pogba dan Kante Terlupakan

Aurelien Tchouameni, pemain kunci Prancis di Piala Dunia 2022, yang harus bekerja di bawah bayang-bayang pemain top, bahkan ketika orang-orang masih memikirkan Paul Pogba dan N'Golo Kante yang absen karena cedera.

Diperbarui 14 Desember 2022, 19:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Orang-orang mungkin lebih suka membicarakan Kylian Mbappe, Olivier Giroud, atau Antoine Griezmann saat membahas kiprah Prancis di Piala Dunia 2022.

Tetapi ada satu nama yang agak terlupakan di balik pencapaian Prancis di Piala Dunia Qatar. Dia adalah Aurelien Tchouameni, gelandang muda energik milik Real Madrid.

Tchouameni mungkin melakukan sebagian besar pekerjaannya di bawah bayang-bayang barisan pemain Prancis yang lebih top. Tetapi gelandang berusia 22 tahun itu telah menghidupkan permainan Prancis di Piala Dunia 2022.

Dia mencetak gol pembuka yang diciptakan dengan cara brilian dalam kemenangan 2-1 atas Inggris di perempat final Piala Dunia 2022.

Itu adalah gol internasional kedua Tchouameni setelah gol perdananya ketika membantu Prancis mengatasi Pantai Gading 2-1 di laga persahabatan pada 25 Maret 2022.

Tchouameni memang membuat kesalahan ketika menjatuhkan Bukayo Saka, yang membuat Prancis dihukum penalti hingga Inggris bisa menyamakan skor jadi 1-1. Tetapi overall, dia tampil solid sepanjang laga.

Peran penting Tchouameni terlihat dari statistik Prancis hingga pertandingan perempat final Piala Dunia 2022. Eks pemain AS Monaco itu leading untuk tiga urusan.

Pertama, Tchouameni jadi pemain paling banyak mendistribusikan umpan dengan 355 umpan. Kedua, total jarak lari dengan 51,69 kilometer, dan penerima bola terbanyak dengan 331, yang menunjukkan dia punya peran penting dalam permainan Prancis.

Itu diakui oleh duetnya di lini tengah, Adrien Rabiot, yang menggambarkan Tchouameni sebagai perisai, dan petarung gigih yang selalu siap dan sigap merebut bola dari lawan.

"Dia ada di sana untuk melindungi kami, mengisi, menutup celah dan memenangkan bola kembali," puji Rabiot dikutip dari Japan Times.

Prancis sangat terpukul ketika harus kehilangan Paul Pogba dan N'Golo Kante di Piala Dunia 2022. Tetapi Tchouameni sekarang membuat penggemar Les Bleus justru melupakan mereka berdua.

Ingin Dikenang sebagai Legenda

Penampilan luar biasa Tchouameni untuk AS Monaco membuatnya memenangkan penghargaan pemain muda Ligue 1 pada tahun 2021 dan kemudian pindah ke Madrid dengan mahar 100 juta Euro, termasuk bonus.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kylian Mbappe, yang menolak pindah ke klub ibu kota Spanyol, bahkan dikabarkan telah bertanya kepada Tchouameni apakah dia mungkin ingin bergabung dengan Paris Saint-Germain. Tetapi fokus Tchouameni sekarang adalah membantu Prancis yang sudah di ambang final Piala Dunia. Itu menjadi tujuan besar gelandang keturunan Kamerun tersebut. "Saya memiliki tujuan, impian, keinginan untuk bermain di klub terbaik, untuk memenangkan gelar, untuk memengaruhi olahraga dan posisi saya. Saya ingin diingat untuk hal-hal positif. Saya ingin meninggalkan jejak saya (sebagai legenda)," katanya kepada L’Equipe tahun lalu. "Saya tidak ingin mengakhiri karier saya sebagai pemain biasa dan dilupakan."  

Halaman
Show All
Mohamad Taufik, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan