Cerita Ritual Putra Presiden Jelang Inggris Vs AS di Piala Dunia 2022: Bakal Lebih Fokus?

Timothy Weah kembali jadi andalan Amerika Serikat saat bertemu Inggris di Piala Dunia 2022.

Diperbarui 25 November 2022, 21:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Ayah saya lebih santai menurut saya," katanya kepada ESPN.

"Untuk urusan permainan dan hal-hal seperti itu, ibuku jauh lebih berperan," kata Timothy.

Meski demikian, bukan berarti Tim tidak belajar apapun dari ayahnya. Sebagai pesepak bola dengan reputasi yang hebat, Tim bakal tetap serius mendengarkan nasihat teknis dari ayahnya.

"Ayah saya bekerja lebih nyata dan hal-hal seperti itu. Tapi kalau ada tips yang ingin saya dapatkan, dia akan jadi orang pertama yang menangani saya," beber Timothy menambahkan.

Ritual Meditasi

Tim lahir di New York, Amerika Serikat, 22 Ferbruari 2000 lalu. Pada usia 14 tahun, dia pindah ke Prancis dan bergabung dengan akademi sepak bola Paris Saint Germain (PSG). Pilihan ini dibuat bersama ibunya dengan pertimbangan, ayahnya pernah bermain di klub itu dan mereka punya banyak saudara di Prancis.

Pada tahun 2018, Tim akhirnya mendapat kontrak bersama tim utama PSG. Hanya saja, perannya tidak terlalu menonjol. Dia kemudian dipinjamkan ke Celtic sebelum bergabung dengan Lille tahun 2019. 

Di Lille, Tim mulai mendapat tempat yang lebih baik. Dia mulai dipercaya tampil secara reguler. Hingga tahun ini, Timothy sudah bermain dalam 66 pertandingan dan mencetak 6 gol untuk Lille. 

Timothy Weah percaya bahwa dia menjadi lebih dewasa setelah melakukan beberapa perubahan dalam hidupnya. Hal ini secara tidak langsung ikut membantunya berkembang di atas lapangan.

"Saya pasti lebih dewasa," kata Weah.

"Saya bermeditasi sehingga kondisi mental saya berada di tempat terbaik."

 

 

Lawan Inggris

Setelah bersinar melawan Wales, Tim bakal berhadapan dengan musuh yang lebih berat, yakni Inggris. Pada laga sebelumnya, Three Lions yang sedang lapar gelar berhasil membantai Iran dengan skor 6-2.

Meski demikian, Tim tidak gentar. "Kami tentu sangat menghormati timnas Inggris," katanya. '

"Ketika Anda melihat tim, dengan orang-orang seperti Harry Kane, Raheem Sterling, Bukayo Saka - Anda tahu ada ancaman di sana. Tetapi kami hanya perlu mengkhawatirkan diri kami sendiri, mengkhawatirkan bagaimana kami akan bermain dan mengeksekusi dengan cara yang ingin kami lakukan," katanya. 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan