Inggris Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2018, Jack Warner Anggap Pangeran William Salah Sangka

Mantan Presiden CONCACAF ini telah dipecat sebagai Wakil Presiden FIFA, ia dituduh menerima suap 5 juta dollar untuk memuluskan Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, yang membuat Inggris tersingkir sebagai salah satu kandidat.

Diterbitkan 06 November 2022, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Mantan Wakil Presiden FIFA, Jack Warner baru-baru ini menyatakan permintaan maafnya kepada Inggris karena menyesatkan anggapan Pangeran William dan David Beckham dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018.

Pernyataan Warner pada Sabtu, (29/10/2022) malam itu disampaikan kepada Sunshine Today, sebuah surat kabar lokal yang dia dirikan tak lama setelah pihak berwenang AS mengajukan tuntutan pada tahun 2015.

Seperti dilansir Daily Mail, malam itu Warner mengenakan kemeja yang tampak acak-acakan dan dikelilingi oleh kursi rusak.

Penampilan yang muram, yang tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang tokoh yang pernah menjalani kehidupan kelas atas sebagai salah satu pialang kekuatan sejati sepakbola dunia.

Selama tiga dekade, Warner hadir secara besar-besaran dalam permainan global, bepergian dengan penerbangan kelas satu, ke hotel bintang lima yang bahu-membahu dengan presiden, perdana menteri, dan pangeran.

“Tidak ada seorang pun di dunia Barat yang telah melakukan perjalanan lebih dari saya, yang telah bertemu dengan para pemimpin nasional dari Mandela hingga Putin dari Joe Biden hingga Bill Clinton dan Barack Obama. Saya telah duduk bersama mereka semua,” kata Warner.

Tapi itu semua terjadi sebelum ia tersingkir dari FIFA. Sebelum tuduhan korupsi yang meluas mulai merembes keluar, sebelum tuduhan penipuan FBI, dan sebelum dia dilarang dari semua sepak bola.

Hukuman terhadap Warner diberikan atas dasar penyelidikan yang dilakukan Michael Garcia terkait proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

"Dengan posisinya, dia merupakan pemain kunci dalam skema pembayaran ilegal dan sejumlah penggelapan uang lainnya," ujar Ketua Komite Etik, Hans-Joachim Eckert.

Bandingnya terhadap ekstradisi ke AS ditolak oleh Pengadilan Banding di Trinidad dan sekarang sedang didengar oleh Dewan Penasihat di Inggris, pengadilan banding tertinggi untuk negara Persemakmuran. Warner, yang akan menghabiskan sisa hidupnya di penjara jika terbukti bersalah di AS, mengatakan dia yakin dia akan mendapatkan sidang yang adil di Dewan Penasihat.

Gagal

Warner menilai bahwa ia membiarkan Pangeran William percaya bahwa dia mendukung Inggris sebagai salah satu kandidat tuan rumah Piala Dunia 2018. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Saya gagal, saya salah dan saya meminta maaf sebesar-besarnya untuk itu. Tapi saya pikir sudah waktunya Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia dan saya tidak menyesal," kata Warner.’ “Di mana saya gagal adalah saya seharusnya memberi tahu Inggris sejak awal tentang niat saya. Saya tidak melakukan itu dan karena itu mereka dituntun untuk percaya bahwa saya mendukung mereka.” Namun permintaan maaf Warner itu, menurut salah satu sumber yang mengetahui transaksi selama tawaran Inggris itu, dianggap sebagai 'terlalu sedikit, terlalu terlambat”. Dia setuju untuk mendukung Inggris, memberi tahu semua orang bahwa dia mendukung Inggris dan kemudian, pada menit terakhir, dia menerima suap dari Rusia," kata sumber itu. Inggris sendiri sangat berambisi menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Mereka gencar melakukan kampanye dan lobi-lobi untuk memuluskan ambisi itu. Pangeran William, Perdana Menteri Inggirs David Cameron dan mantan pemain timnas Inggris, David Beckham turun tangan memimpin hal itu.

Halaman
Show All
Yo Kavya, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan