Perjuangan Rakyat Peru Demi Dampingi Timnas di Piala Dunia 2018: Jual Mobil hingga Keluar dari Pekerjaan

Perjuangan mereka terbayar lunas setelah dinobatkan sebagai fans oleh FIFA.

Diterbitkan 22 Oktober 2022, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Suporter terbaik Piala Dunia 2018 tidak akan terlihat di Piala Dunia 2022. Tim nasional Peru tidak lolos ke Qatar setelah kalah adu penalti  4-5 dari Australia.

Rakyat Peru pun harus menunggu empat tahun lagi untuk meraih satu tempat di Piala Dunia 2026.

Di Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia, fans Peru menyabet kategori Suporter Terbaik, mengalahkan Jepang dan Senegal. Perjuangan dan dukungan besar dari  suporter Peru menjadi salah satu alasan.

Sama seperti tahun sebelumnya, acara penganugerahan FIFA The Best 2018 digelar di Royal Festival Hall, London, pada 24 September 2018. Salah satu penghargaan yakni kategori fan atau suporter terbaik tahun 2018 jatuh ke tangan fan timnas Peru.

Mereka menyisihkan fan timnas Jepang dan Senegal yang juga menjadi nominator dan diunggulkan menyabet penghargaan tersebut.

Gairah semangat fan Peru dalam menyaksikan Paolo Guerrero cs di Piala Dunia 2018 menjadi penilaian utama.

Selain kategori fan terbaik, dalam acara itu tentunya mengumumkan pesepak bola terbaik sepanjang 2018.

Di antara para peraih penghargaan, gelandang Real Madrid dan Kroasia Luka Modric menjadi yang paling disorot karena meraih pesepak bola pria terbaik 2018.

Selain Modric, winger eksplosif Liverpool asal Mesir Mohamed Salah juga meraih penghargaan Puskas Award atau pencetak gol terbaik.

Keberhasilan Peru lolos ke Piala Dunia 2018 Russia merupakan kebahagiaan tersendiri bagi rakyat Peru. Mereka harus menanti 36 tahun untuk itu, setelah terakhir kali berpartisipasi pada edisi Piala Dunia 1982 di Spanyol.

Tercatat kurang lebih 40.000 suporter Peru mendatangi Russia untuk memberikan semangat kepada tim yang diarsiteki Ricardo Gareca itu.

Angkat Topi

Mordovia Arena, Central Stadium, serta Fisht Olympic Stadium menjadi salah satu saksi antusiasme para suporter ketika Peru bertanding. Tak disangka, Russia menjadi sesak dengan orang berkaos putih-merah.

"Hal ini [berada di Russia] merupakan yang terbaik, banyak orang Peru dimana-mana," ujar Julio, salah satu pendukung Peru dari Lima, dikutip dari Dream Team FC. "Kami meninggalkan semuanya di rumah, datang ke sini dengan yang lainnya dan sekarang kami ingin menikmati pengalaman itu."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Meski pada akhirnya Paolo Guerrero cs. tidak mampu lolos ke fase gugur karena hanya menempati posisi tiga di Grup C, suporter Peru telah menunjukkan semangat dalam mendukung tim mereka. Jarak 14.000 km yang membentang antara Peru dan Russia tidak menjadi halangan bagi mereka untuk dating memberikan dukungan pada timnasnya. “Peru tersingkir dari turnamen Piala Dunia dengan permainan yang baik tanpa rasa takut. Namun di atas semuanya itu, tim ini telah didukung oleh salah satu basis penggemar terbaik dalam sejarah Piala Dunia. Saya mengangkat topi untuk mereka,” tutur Antonio Banderas, aktor pemeran Zorro, dikutip dari Andina. Sungguh luar biasa pengorbanan yang diberikan oleh pendukung Peru untuk bisa datang ke Rusia. Beberapa dari mereka rela keluar dari pekerjaannya, menjual mobil, dan melakukan perjalanan jauh selama 64 jam demi tiba di Rusia.

Halaman
Show All
Yo Kavya, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan