Bola Ganjil: Berbagai Peran Willem Hesselink, Mulai Pemimpin Bayern Munchen Hingga Peneliti Forensik

Simak kisah Willem Hesselink, yang menjalani berbagai peran selama 95 tahun hidup. Salah satunya jadi presiden, pelatih, dan pemain Bayern Munchen.

Diterbitkan 11 Oktober 2022, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Peran pelatih dan presiden klub pada saat itu memang jauh berbeda dengan kondisi sekarang. Namun, hingga kini Hesselink masih menjadi satu dari dua orang yang pernah menjalankan tiga peran itu di Bayern. Sosok lainnya adalah Franz Beckenbauer.

Selama Hesselink berada di klub, Bayern menjadi juara regional tiga tahun secara beruntun, dalam kompetisi yang juga diikuti perwakilan asal Nurnberg dan Augsburg. Dia juga memimpin klub saat bersatu dengan Munchner Sport Club, manuver yang membuat Bayern mengadopsi merah sebagai warna kebesaran.

Selain itu, Hesselink melakoni debut di timnas pada laga internasional resmi kedua Belanda pada Mei 1905, Partai itu juga jadi yang pertama di kandang sendiri. Dia membuka kemenangan 4-0 atas Belgia dalam duel di Rotterdam.

Fokus ke Pendidikan

Meski bersinar di olahraga, pendidikan menjadi lebih penting bagi Hesselink. Pada 1904, dia mendapat gelar S3 atas disertasi terhadap anggur di kawasan Douro, Portugal. Hesselink kemudian menambah gelar doktor dalam bidang filsafat.

Ketertarikannya terhadap kimia pangan lalu berubah setelah menikahi Berta Guttler di Frankfurt setahun kemudian. Di kota itul dia mengenal karya Georg Popp, ilmuwan lokal yang ditahbiskan sebagai orang pertama yang menemukan pelaku kejahatan menggunakan ilmu forensik.

Hesselink meninggalkan Munich pada Januari 1906. Dia pulang ke Belanda untuk mendirikan laboratorium forensik. Hesselink membangun reputasi sebagai ahli dalam analisa darah dan sidik jari dalam penyelesaian kasus kriminal, sehingga rutin dipanggil menjadi saksi di persidangan.

Di luar aktivitas itu, cintanya terhadap sepak bola ternyata tidak pudar. Hesselink kembali bergabung dengan Vitesse. Dia kemudian menjadi pelatih, bendahara, dan presiden klub.

Hesselink meninggal dunia pada Desember 1973. Selama hidup 95 tahun, dia sudah menggoreskan namanya pada sejarah panjang sepak bola Eropa.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan