Perjalanan Perizinan Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya

Perjalanan perizinan big match Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya menarik untuk disimak sehingga terjadinya Tragedi Kanjuruhan

Diperbarui 04 Oktober 2022, 11:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Balasan Surat LIB dan Keterangan Sekjen PSSI

PT LIB, dalam surat yang ditandatangani oleh Direktur Utama, Akhmad Hadian Lukita tertanggal 19 September 2022 menyatakan agar pertandingan dimulai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. PT LIB menyatakan keputusan itu diambil setelah mereka berkoordinasi dengan PSSI dan pihak pemegang hak siar.

Rekomendasi

Terkait dengan hal itu juga Sekjen PSSI, Yunus Nusi dalam keterangannya di Stadion Madya, Jakarta, 2 Oktober 2022 (sehari setelah tragedi) menyatakan bahwa mereka juga telah mengajak panitia pelaksana untuk berdiskusi soal perubahan jadwal dimulainya pertandingan.

"Pertama kita ketahui polisi ajukan permohonan di sore hari. Tetapi PT LIB dan Panpel kemudian berdiskusi terjadi kesepemahanan bersama tetap digelar malam hari," kata Yunus.

 

4. Polisi mengeluarkan Rekomendasi Izin Keramaian

Setelah usulannya ditolak, dengan jawaban dari PT LIB itu, Polres Malang pada 28 September 2022 mengeluarkan rekomendasi izin keramaian untuk laga 1 Oktober 2022 jam 20.00 WIB.

Dalam surat yang ditandatangani Kapolres Malang AKBP, Ferli Hidayat tersebut, Ferli diberikan  sejumlah catatan seperti soal pembatasan jumlah penonton hingga penyediaan fasilitas vaksinasi bagi penonton yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga.

Tiket

Keesokan harinya, 29 September 2022 keluar rekomendasi izin keramaian oleh Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Jawa Timur yang ditandatangani Direktur Intelkam Polda Jatim, Kombes Dekanan Eko Purwono disebutkan bahwa mereka memberikan izin untuk pertandingan dengan syarat stadion hanya diisi 75 persen dari kapasitas maksimal.

Berbekal kedua surat tersebut, Panpel kemudian mendapatkan izin keramaian dari Kabaintelkam Polri.

 

5. Tidak Terbuka Soal Tiket yang Dicetak

Membludaknya penonton yang diduga ada penjualan tiket di luar kapasitas Stadion Kanjuruhan yang mampu menampung 42.000 penonton dibantah oleh Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

"Terkonfirmasi tiket itu kami tidak melebihi kuota. Bisa disaksikan saat pertandingan tidak ada satu pun luberan penonton," ujar Sudarmaji saat menggelar konferensi pers di kantor manajemen Arema FC di Kota Malang, Senin, 3 Oktober 2022.

Sudarmaji mengatakan jika tiket dijual melebihi kapasitas stadion maka akan ada luberan penonton. Namun, saat pertandingan tidak ada satu pun penonton yang meluber atau terlihat tidak di tribun.

"Itu semua bisa disaksikan di video atau pas siaran langsung," kata Sudarmaji yang tidak menyampaikan berapa jumlah tiket yang dicetak oleh Panpel Arema FC.

Tragedi Kanjuruhan telah merenggut 125 nyawa. Penggunaan gas air mata diduga menjadi penyebab utama yang menimbulkan kepanikan, dan dari kesaksian penonton yang selamat, keadaan diperparah dengan adanya pintu yang tertutup.

Penggunaan gas air mata dan senjata api untuk mengatasi massa sudah dilarang oleh FIFA, namun dalam prakteknya masih dibiarkan di stadion.    

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan