Livoli Kembali Digelar Setelah Vakum Dua Tahun, Berlangsung di 3 Kota

Livoli Divisi Utama 2022 akan dihelat di tiga kota, yakni Banyuwangi, Solo, dan Magetan. Kompetisi bola voli antarklub ini berlangsung mulai 11 Oktober hingga 13 November.

Diterbitkan 21 September 2022, 19:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Liga Voli Indonesia atau Livoli Divisi Utama dan Divisi Satu (Kejurnas Antarklub) akan kembali digelar tahun ini. Kompetisi bola voli ini sebelumnya vakum dua tahun akibat pandemi Covid-19. Livoli terakhir kali dilaksanakan pada 2019 dengan uang pembinaan sebesar Rp 100 juta.

Pergelaran Livoli dimulai 25 September hingga 2 Oktober 2022 di GOR Debes Kabupaten Tabanan, Bali. Dimulaidengan Kejurnas Antarklub yang biasa disebut dengan Livoli Divisi Satu.

Dilanjutkan Livoli Divisi Utama 2022 dimulai 11-16 Oktober di GOR Tawangalun Banyuwangi, Jawa Timur. Kemudian di GOR Sritex Arena Solo, Jawa Tengah, 18-23 Oktober. Kedua kota tersebut akan menggelar babak reguler.

Sementara untuk final four dan final akan digelar di GOR Kimageti, Kabupaten Magetan. Final four berlangsung 4-10 November dan final 12-13 November.

Livoli Divisi Utama selain memperebutkan piala, juga berhadiah total uang pembinaan sebesar Rp 400 juta.

Ketua Umum PP PBVSI Komjen Pol (P) Drs Imam Sudjarwo M.Si menyambut gembira perhelatan Livoli tahun ini. "Masyarakat bola voli yang sudah lama ingin menyaksikan pertandingan Livoli akan terobati," kata Imam.

Namun demikian, dia mengimbau agar komunitas bola voli di Indonesia tetap menjaga rambu-rambu kesehatanseperti tetap menggunakan masker.

 

Berbeda dengan sebelumnya

Pelaksanaan Livoli Divisi Utama 2022 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya Livoli hanya digelar di satu tempat, maka pada tahun ini dihelat di tiga tempat atau tiga kota.

Dari delapan peserta, empat tim putra dan putri berlaga di Banyuwangi. Sedangkan empat tim lainnya berlaga di Solo.

Peringkat satu dan dua, baik di Banyuwangi dan Solo, akan tampil di final four yang berlangsung di KabupatenMagetan. Sedangkan peringkat empat terdegradasi ke divisi satu. Sementara urutan satu dan dua di divisi satu promosi ke divisi utama.

Menurut Ketua III Bidang Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI Hanny S. Surkatty, hal yang membedakan lainnya dengan Livoli sebelumnya adalah setiap peserta mendapatkan subsidi.

"Di Livoli Divisi Satu, setiap klub peserta menerima subsidi Rp 10 juta. Sedangkan untuk divisi utama tiap tim peserta menerima Rp 15 juta. Dan jika lolos ke final four, setiap tim mendapatkan subsidi Rp 25 juta," paparHanny.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan