Satu-satunya Manusia di Bumi: 3 Final Piala Dunia, 2 Kali Juara

Cafu merupakan satu-satunya pemain yang tampil di tiga final Piala Dunia berturut-turut dan menjuarainya dua kali.

Diperbarui 15 September 2022, 07:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2022 Qatar sudah di depan mata. Ajang empat tahunan ini bakal berlangsung pada 20 November hingga 18 Desember.

Pada akhir tahun nanti, Piala Dunia 2022 akan tercatat dalam sejarah sebagai ajang pertama yang berlangsung di kawasan Timur Tengah dan dilangsungkan pada musim dingin.

Jika bicara Piala Dunia, banyak momen dan kisah menarik yang tak akan ada habisnya. Salah satunya adalah kehadiran sesosok manusia yang tampil di tiga final secara beruntun.

Namanya memang tak sepopuler Ronaldo Nazario, Rivaldo, hingga Ronaldinho di Timnas Brasil. Namun, Cafu punya rekor fantastis yang tidak dimiliki pemain-pemain lain.

Pemilik nama lengkap Marcos Evangelista de Morais ini melakukannya setelah bermain di laga puncak Piala Dunia 1994, 1998, dan 2002.

Sebelum Cafu, sejumlah pemain pernah tampil di dua final Piala Dunia. Banyak dari mereka–terutama dari tim Italia tahun 1930-an dan tim-tim hebat Brasil pascaperang–telah mengangkat trofi dua kali. Dan kemudian, tentu saja, ada Pele, yang memenangkan Piala Dunia edisi 1958 dan 1962. Tapi Cafu berhasil melampaui pemain legendaris Brasil itu.

>Dia mengawali ketika turun ke lapangan untuk final Piala Dunia pertamanya pada 17 Juli 1994. Pemain berposisi sebagai bek sayap itu masuk skuad Brasil di Piala Dunia AS setelah membantu Sao Paulo meraih Copa Libertadores dan Piala Interkontinental berturut-turut.

Cafu juga dinobatkan sebagai sebagai Pemain Terbaik Amerika Selatan 1994. Namun, Cafu tidak dipilih sebagai starter melawan Italia pada partai final di Rose Bowl.

Nasib baik menaungi Cafu ketika Jorginho cedera pada menit ke-21. Dia tampil sebagai pemain pengganti yang meyakinkan. Selain membantu Brasil menjaga clean sheet, dia berkontribusi membawa negaranya mengalahkan Italia 3-2 melalui adu penalti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

“Adu penalti tidak menarik bagi kami. Hanya ada harapan bahwa semuanya akan berakhir dengan cepat, sehingga Anda akan tahu apakah Anda seorang juara atau tidak," kata Cafu, dilansir FIFA. "Dan ada lebih banyak tekanan pada lima orang pertama daripada pada kami yang menonton dari samping," jelasnya.

Halaman
Show All
Muhammad Yanto, Fadjriah Nurdiarsih, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan