Sukses

Skandal Abnormal Piala Dunia: Pipis di Gawang Sampai Pingsan di Atas Lapangan

Liputan6.com, Jakarta - Jelang bergulirnya Piala Dunia Qatar akhir tahun nanti, ada baiknya kita mengingat kembali momen-momen yang tercipta dalam turnamen sepak bola akbar empat tahunan selama ini.

Piala Dunia 2022 nanti diharapkan menghadirkan drama dan juga cerita yang bakal dikenang sepanjang masa. Tidak hanya soal prestasi, tetapi juga skandal atau insiden di luar lapangan.

Selama 88 tahun digelarnya Piala Dunia memang sarat dengan cerita yang bisa mengernyitkan dahi. Mulai dari kiper yang buang air di gawang sampai pingsannya fisioterapis tim di atas lapangan.

Liputan6.com pun sudah merangkum sejumlah insiden abnormal yang terjadi di Piala Dunia:

Fisio Pingsan

Pada Piala Dunia pertama tahun 1930, seorang pemain Amerika Serikat mengalami cedera di atas lapangan setelah mendapat tekel keras. Tim dokter dan fisioterapis langsung dipanggil untuk memberi pertolongan pertama.

Sang fisio sempat baik-baik saja, tetapi mendadak pingsan saat ingin kembali ke pinggir lapangan. Usut punya usut, botol chloroform yang ada di dalam tasnya ternyata pecah.

Fisio itu pun tanpa sengaja menghirup uap chloroform tersebut dan langsung jatuh pingsan.

Ribuan Pistol Disita Polisi

Laga final Piala Dunia 1930 mempertemukan tuan rumah Uruguay dan musuh bebuyutan mereka di Amerika Selatan, Argentina. Pendukung lokal berduyun-duyun datang ke Montevideo untuk laga final dengan kereta dan pesawat.

Kehadiran mereka diadang  puluhan ribu polisi yang telah berjaga. Menurut laporan media setempat, sekitar 1.500 hingga 5.000 pistol revolver disita petugas saat memeriksa para suporter. Ngeri!

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Minta Tolong Atlet E-Sport

Minta Tolong Atlet E-Sport

Saat tuan rumah Korea Selatan berhasil tampil mengejutkan usai lolos ke semifinal Piala Dunia 2002, pelatih Guus Hiddink membuat sebuah keputusan tidak biasa jelang pertemuan melawan Jerman.

Hiddink mendatangkan atlet-atlet top E-Sport asal Korea Selatan yang sangat mahir bermain "Starcraft". Mereka didatangkan ke ruang ganti untuk memberi motivasi para pemain Korsel.

Tapi, sepertinya upaya itu gagal. Karena, Korea Selatan kalah 0-1 dari Jerman.

Diancam Diktator dan Curi Bus

Pada Piala Dunia 1974, Zaire atau yang sekarang dikenal Republik Demokratik Kongo membuat sebuah insiden yang membingungkan. Saat tertinggal 0-3 dari Brasil, Rivelino sedang siap-siap mengeksekusi tendangan bebas untuk menambah gol.

Tiba-tiba bek Zaire, Joseph Mwepu Ilunga, maju dari pagar betis dan menendang bola dengan keras dan jauh! Hal ini disebut karena ancaman dari presiden dan diktator Zaire ketika itu, Mobutu Sese Seko.

Setelah kalah 0-9 lawan Yugoslavia, para pemain diancam tidak boleh kembali ke Zaire sampai kalah 0-4 dari Brasil. "Saya panik dan menendang bola sebelum Rivelino menendangnya," ujar Mwepu soal insiden itu.

Zaire pun akhirnya hanya kalah 0-3 tapi cerita aneh tak berhenti sampai di situ. Saat ingin pulang ke negaranya, Timnas Zaire ingin naik bus BMW yang digunakan selama Piala Dunia.

Aksi mereka langsung dihentikan oleh pihak berwajib, dan bus akhirnya disita sebelum bus curian itu keluar dari teritori Jerman Barat.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 5 halaman

Jimat Pipis di Gawang

Umpetin Trofi Piala Dunia

Italia adalah juara Piala Dunia 1938, edisi terakhir sebelum Perang Dunia II pecah. Turnamen bergengsi itu baru digelar kembali pada 1950, jadi trofi juara tetap dipegang oleh Italia selama 12 tahun.

Wakil Presiden FIFA ketika itu, Ottorino Barassi, khawatir kalau trofi Piala Dunia yang disimpan di sebuah bank di Roma akan dicuri oleh Nazi.

Barassi pun akhirnya mengambilnya dan menyembunyikan trofi Piala Dunia itu di bawah kasurnya selama nyaris 10 tahun.

Pipisin Gawang

Kiper Argentina yang tampil di Piala Dunia 1990, Sergio Goycochea, memiliki kebiasaan jorok yaitu buang air kecil di lapangan sebelum adu penalti.

"Itu jimat keberuntungan saya dan saya lakukan itu tiap sebelum adu penalti. Tidak ada yang protes," cerita Goycochea.

"Berdasarkan peraturan, kita dilarang meninggalkan lapangan sebelum laga usai. Dan kalau ada kebutuhan mendadak, kita bisa melakukannya di atas lapangan. Jadi itu yang terjadi saat hadapi Yugoslavia (perempat-final Piala Dunia 90)."

"Saya harus pipis di akhir laga jadi saya tak punya pilihan. Tapi kami menang, jadi saat hadapi Italia di semifinal saya lakukannya lagi sebelum adu penalti, dan berhasil! Jadi sejak saat itu, saya melakukannya tiap adu penalti," ucap Goycochea.

4 dari 5 halaman

Pelatih Sangat Percaya Tahayul

Zodiak Kamu Apa?

Pelatih eksentrik, Raymond Domenech, yang melatih Prancis sejak 2004 hingga 2010 memiliki kebiasaan aneh. Sangat percaya zodiak, bahkan sampai ikut menentukan pemain yang dipanggil dalam skuat dua Piala Dunia.

Zodiak dinilai bisa menentukan kualitas pemain. Domenech sangat tidak suka pemain berzodiak Scorpio dan Leo, seperti Robert Pires dan Mikael Silvestre, yang dicoret karena alasan tersebut.

"Saya harus selalu bersiap kalau punya pemain (berzodiak) Leo. Saya tahu suatu saat dia akan pamer dan akan berdampak buruk buat kami," ujar Domenech.

Prancis kalah dalam babak adu penalti di Piala Dunia 2006, dan gagal total setelah tersingkir sejak fase grup di Piala Dunia 2010.

Ricardo La Volpe dan Feng Sui

Pelatih Meksiko pada Piala Dunia 2006, Ricardo La Volpe, dikenal sebagai orang yang sangat percaya dengan metafisika. Ia bahkan disebut hiper-ritualistik dan sering menggunakan Feng Sui dalam persiapan timnya.

Dia menggunakan dasi bergambar naga pada Piala Dunia untuk menghormati shio naga. Ricardo kelahiran 1952 yang berarti tahun naga air. Ia juga disebut selalu membawa Loupan, kompas Feng Sui, untuk menghindari area yang memiliki energi negatif.

Ada satu cerita yang berkembang, Ricardo bahkan meminta para pemain mengulangi langkah mereka masuk ke lapangan. Karena yang pertama tidak seimbang dengan alam.

5 dari 5 halaman

Ditangkap Polisi dan Intervensi Sultan

Bintang Inggris Diborgol

Sebelum Piala Dunia 1970 di Brasil, Timnas Inggris dijadwalkan melakukan uji coba melawan Kolombia. Tapi tiba-tiba bintang Inggris, Bobby Moore ditangkap polisi saat sedang berbelanja di Bogota.

Menurut polisi, Moore telah mencuri sebuah gelang di toko perhiasan saat mencari oleh-oleh untuk istrinya. Ia akhirnya dibebaskan setelah polisi tak punya bukti.

Tapi Moore kembali ditangkap beberapa hari kemudian sebelum kasus itu akhirnya ditutup.

Sultan Ganggu Pertandingan

Dalam Piala Dunia 1982 di Prancis, favorit juara Timnas Prancis sedang membantai Kuwait dengan skor 3-1 sebelum satu insiden aneh terjadi.

Alain Giresse berhasil mencetak gol keempat untuk Prancis, yang memicu protes dari para pemain Kuwait. Mereka mengatakan ada suara peluit dari tribun yang membuat mereka bingung. Tapi protes mereka tak digubris.

Ketika itulah Pangeran Kuwait, Sheikh Fahad Al-Ahmad Al-Sabah (yang juga Presiden Federasi Sepakbola Kuwait), turun tangan. Ia turun dari tribun menghampiri sang wasit, Miroslav Stupar dari Ukraina.

Anehnya, wasit langsung menganulir gol tersebut yang membuat kondisi di atas lapangan kebingungan. Prancis akhirnya tetap mencetak gol keempat untuk menutup laga jadi 4-1.

Setelah laga, sang wasit akhirnya dicekal dari memimpin pertandingan lagi dan Pangeran Fahid didenda 8000 Poundsterling.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS