Mengenal Stephanie Frappart, Wasit Perempuan Hebat Asal Prancis

Nama wasit perempuan asal Prancis Stephanie Frappart (39) telah lebih dulu dikenal luas di kalangan sepak bola. Frappart tercatat sebagai wasit perempuan yang memimpin pertandingan profesional sepak bola pria.

Diterbitkan 13 Agustus 2022, 00:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia 2022 akan dibuka dengan pertandingan penyisihan Grup A Qatar vs Ekuador di Stadion Al Bayt pada 20 November mendatang. Turnamen Piala Dunia edisi ke-22 itu akan berlangsung 29 hari hingga partai final pada 18 Desember di stadion Lusail Iconic.

Komite Wasit FIFA pun telah secara resmi merilis daftar ofisial terpilih untuk turnamen tersebut. 36 wasit, 69 asisten wasit, dan 24 ofisial video pertandingan dipilih dari enam konfederasi sepak bola dunia. Mereka dipilih berdasarkan kualitas dan penampilannya saat memimpin pertandingan baik di kompetisi internasional maupun domestik beberapa tahun terakhir.

Tahun ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, Komite Wasit FIFA menunjuk tiga wasit perempuan dan tiga asisten wasit perempuan dalam tim ofisial. Tiga wasit perempuan terpilih adalah Stephanie Frappart dari Prancis, Salima Mukansanga dari Rwanda, dan Yoshimi Yamashita dari Jepang. Sedangkan untuk asisten wasit terpilih mereka adalah Neuza Back asal Brasil, Karen Diaz Medina asal Meksiko, dan Kathryn Nesbitt dari AS.

Meski baru pertama kali tampil di Piala Dunia bukan berarti pertama kali itu pula mereka memimpin pertandingan sepak bola. Nama wasit perempuan asal Prancis Stephanie Frappart (39) telah lebih dulu dikenal luas di kalangan sepak bola. Frappart tercatat sebagai wasit perempuan yang memimpin pertandingan profesional sepak bola pria.

Siapa Stephanie Frappart?

Stephanie Frappart lahir pada 14 Desember 1983 di, kota kecil di departemen Val d’Oise di Prancis Utara. Dalam keluarga Frappart, sepak bola adalah tradisi. Ayahnya yang mantan buruh adalah juga seorang pesepak bola amatir dan dua dari tiga saudara laki-lakinya sempat menjadi wasit sebelum akhirnya fokus menjadi pesepak bola. Sedangkan ibunya adalah mantan asisten guru Taman Kanak-Kanak.

Seperti ketiga saudara laki-lakinya, sejak kecil Frappart sudah sangat tertarik pada dunia sepak bola. Ketertarikan anak kedua dari empat bersaudara itu pada sepak bola dimulai sejak usia 10 tahun. Ia bergabung dengan klub sepak bola lokal bernama AS Herblay.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

p>Kala itu Frappart yang bernomor punggung 10 bermain sebagai gelandang. Dunia perwasitan mulai menyita perhatiannya saat ia beranjak remaja, tepatnya saat berusia 13 tahun. Kecintaannya pada dunia sepak bola senantiasa didukung oleh seluruh keluarganya Termasuk saat akhirnya Frappart memutuskan untuk mengubah haluan kariernya menjadi wasit pada usia 19 tahun.

Halaman
Show All
Dania Sakti, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan