Musuh Besar Pemain dan Fans Piala Dunia Bernama Vuvuzela, Dilarang di Qatar 2022

Muncul sejak Piala Dunia 2010 dan langsung menganggu!

Diterbitkan 12 Agustus 2022, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Yang mengejutkan saya, faktanya vuvuzela menghasilkan suara empat kali lebih besar dari perkiraan. Bukti memperlihatkan suara yang dihasilkan begitu keras. Jika terus menerus sepanjang pertandingan, telinga bisa mengalami kerusakan meski menggunakan pelindung," lanjutnya.

Cerita Pemain Sampai Tak Bisa Tidur

Vuvuzela dengan cepat mencuri perhatian penonton global, tetapi akhirnya lebih banyak yang menunjukkan sikap menolak. Karena dengungan yang terus menerus terdengar sepanjang laga dinilai menghilangkan atmosfer unik yang biasanya tercipta di tiap Piala Dunia.

Suara vuvuzela hanya terhenti ketika gol tercipta. Stadion riuh dengan sorakan penonton. Tapi hanya rentan beberapa detik, lagi-lagi dengungan vuvuzela terdengar. Bahkan lebih keras dari sebelumnya.

Broadcaster bahkan sampai mengubah frekuensi suara untuk menekan suara mendengung selama siaran berlangsung.

Tetapi tidak banyak pilihan untuk para pemain di lapangan, dan tak sedikit yang mengeluarkan keluhan. "Saya pikir vuvuzela menyebalkan," ujar gelandang Spanyol, Xabi Alonso, kala itu.

"Benda itu tidak menghilangkan atmosfer di dalam stadion. Harusnya benda itu dilarang," lanjut gelandang yang meraih gelar juara dunia di Afsel tersebut.

Tak hanya ketika di dalam stadion, ternyata para pemain juga mengeluhkan kehadiran alat tiup ini di luar stadion.

Pemain Timnas Prancis, Patrice Evra, bercerita kalau dirinya dan pemain lain tidak bisa tidur karena suara vuvuzela menggelegar tiap saat.

"Orang-orang mulai memainkannya sejak jam 6 pagi. Kami tidak bisa tidur. Di lapangan, kami tak bisa berkomunikasi karena suaranya sangat berisik," tutur Evra.

Jadi Musuh Dunia Olahraga

Tak mengejutkan, akhirnya vuvuzela dilarang dalam gelaran Piala Dunia edisi berikutnya.

Stadion-stadion Inggris seperti Wembley dan Millenium Stadium, hingga Wimbledon ikut melarang alat tiup ini ditiupkan selama pertandingan. Bisa dibayangkan kalau pertandingan tenis yang khidmat tiba-tiba dikejutkan oleh dengungan vuvuzela.

Tapi alat tiup kontroversial ini mendadak kembali muncul di kancah Piala Dunia delapan tahun kemudian. Saat Piala Dunia digelar di Rusia tahun 2018 lalu, tepatnya dalam laga antara Maroko melawan Iran.

Walaupun pertandingan berjalan sangat menarik, sepertinya para suporter Maroko lebih tertarik meniup vuvuzela mereka di tribun stadion alih-alih memberikan nyanyian untuk mendukung negaranya.

Dengungan terdengar sepanjang pertandingan. Membuat keluhan membanjiri media sosial, bahkan tagar #vuvuzela sempat menjadi trending topic ketika pertandingan berjalan.

"Hal terburuk dalam Piala Dunia Afrika Selatan adalah #VUVUZELA sekarang itu kembali di #WorldCupRussia2018 #kepalapusing" tulis salah satu warganet.

Piala Dunia Qatar 2022 Larang Vuvuzela

Menyambut Piala Dunia 2022, FIFA menegaskan telah melarang penggunaan vuvuzela di dalam stadion sepanjang turnamen digelar mulai November hingga Desember mendatang.

FIFA telah mengeluarkan video sepanjang 2 menit di media sosial terkait daftar barang-barang yang dilarang (prohibited items) selama Piala Dunia di Qatar.

Daftar itu termasuk barang-barang terlarang standar seperti senjata api, bahan peledak, alkohol, narkotika dan berbagai barang berbahaya lainnya.

Helm, masker dan alat penutup wajah lain juga dilarang. Kecuali yang merupakan ciri khas negara atau agama. Botol minum dengan ukuran lebih dari 100ml juga dilarang.

Alat-alat berukuran panjang juga dilarang seperti payung, tripod, monopod dan juga selfie stick. Termasuk vuvuzela dan instrumen tiup lainnya.

"Instrumen penghasil suara yang lebih besar daru 120cm baik elektronik, mekanik atau manual (termasuk vuvuzela) dilarang," tulis pernyataan resmi FIFA tersebut.

Vuvuzela memang menghadirkan "sesuatu yang berbeda" dalam gelaran Piala Dunia di Afrika Selatan. Tapi terompet sepanjang 90 sentimeter ini sudah pasti tidak akan pernah dilupakan dalam sejarah Piala Dunia, walaupun punya segudang cerita menganggu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Anry Dhanniary, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan