Pengalaman Pahit Jawara MMA Demetrious Johnson: Pernah Kerja Serabutan

Demetrious Johnson pernah kerja serabutan sebelum akhirnya meraih kesuksesan sebagai jagoan MMA.

OlehThomas
Diterbitkan 09 Agustus 2022, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun, gangguan pendengaran yang sang ibu derita tidak menjadi penghambat bagi komunikasi keluarga. Sang ibu bahkan mencoba merahasiakan hal tersebut dari anak-anaknya agar kehidupan mereka berjalan normal. Meskipun lambat laun mereka menyadari jika sang ibu tak bisa mendengar dengan jelas apa yang mereka ucapkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Terbiasa

Tumbuh di keluarga sederhana dengan berbagai kekurangan, Johnson harus terbiasa dengan berbagai keterbatasan. Saat sang ibu memutuskan untuk menikah kembali, Johnson justru mengalami penderitaan lain. Sang ayah tiri melakukan tindakan kekerasan pada keluarga.

Johnson mengaku tidak menaruh dendam, dan hanya mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut. Hal itu membuatnya terus berusaha untuk menjadi ayah terbaik bagi ketiga anaknya.

“Saya menikmati masa kecil saya. Bagaimanapun, seperti itulah kehidupan yang kita jalani,” ujarnya.

“Saat ini, saya tidak ingin mengingat hal-hal buruk tentang ayah tiri saya. Itu adalah kehidupan dan keputusan yang ia jalani. Kejadian itu memberi saya pelajaran ketika saat ini saya menjadi seorang ayah," lanjutnya.

Meski tumbuh dalam keluarga berpenghasilan rendah, sang ibu selalu mendukung anak-anaknya untuk mengejar prestasi dalam bidang akademik. Johnson sendiri lebih berprestasi dalam olahraga.

“Saya selalu menyukai olahraga, saya mulai bermain sepakbola [Amerika]. Saya kemudian masuk ke tim lari cepat dan lintas alam. Namun, yang terutama adalah gulat, karena musimnya sangat cepat,” kenang Johnson.

“Ibu saya selalu mempercayai saya dan mendukung apa pun yang ingin saya kejar. Ia membesarkan anak-anaknya dengan baik. Dia adalah wanita yang sangat bahagia, sangat baik dan sangat manis," ujarnya.

Gulat

Johnson mengenal bela diri pada usia remaja saat mencoba gulat. Setelah menunjukkan bakat dalam olahraga ini, Johnson mulai merasa jika gulat adalah panggilan hidupnya.

“Mighty Mouse" semakin serius menekuni gulat sejak SMA. Saat masuk ke perguruan tinggi, ia terpaksa sejenak meninggalkan gulat demi bekerja sampingan untuk membiayai kuliahnya. Johnson sempat bekerja serabutan termasuk menjadi kuli bangunan.

Namun, hobinya pada seni bela diri tak pernah padam. Pada 2005, ia mulai kembali berlatih ke gim.

“Saya melihat Rashad Evans memukul samsak, dan latihan itu tampak menyenangkan. Maka saya berpikir untuk mencobanya,” tambahnya.

Dalam waktu tiga bulan, dengan latar belakang gulat dan kemampuan atletik luar biasa, “Mighty Mouse” memulai karier amatirnya. Selama itu, tujuannya hanyalah untuk bersenang-senang dan mengembangkan kemampuan. Namun, ia segera memasuki jalur yang membawanya meraih pencapaian lebih tinggi lagi.

Tantangan

Membagi waktu antara bekerja dan berlatih menjadi tantangan tersendiri. Bahkan saat berkompetisi di UFC jelang laga perebutan gelar juara, ia masih harus bekerja penuh waktu.

“Saya selalu bekerja. Saya tidak dapat melihat cara lain dari olahraga untuk membayar tagihan saya tiap bulannya,” jelas Johnson.

Ia harus membawa pulang makanan bagi keluarga, tetapi menjalani pekerjaan dan berlatih berarti ia tak bisa terfokus pada kariernya sebagai atlet.

Dalam sebuah laga, lengannya patah dan harus dioperasi. Meski belum sembuh benar, ia masih harus bekerja di pabrik.

“Hal itu membawa saya pada satu titik bahwa menjadi petarung bisa memberi pendapatan yang lebih daripada pekerjaan harian saya. Maka saya berhenti dan mulai berlatih penuh waktu sejak itu," kenangnya.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan