Bukan Cuma Quartararo, Espargaro Juga Khawatir dengan Kebangkitan Bagnaia di MotoGP

Pembalap Aprilia Aleix Espargaro memiliki kekhawatiran baru pada MotoGP 2022. Tidak hanya mengejar pimpinan klasemen Fabio Quartararo, dia kini juga perlu memikirkan kehadiran rival baru pada persaingan menjadi juara dunia.

Diterbitkan 09 Agustus 2022, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pembalap Aprilia Aleix Espargaro memiliki kekhawatiran baru pada MotoGP 2022. Tidak hanya mengejar pimpinan klasemen Fabio Quartararo, dia kini juga perlu memikirkan kehadiran rival baru pada persaingan menjadi juara dunia.

Espargaro menempati peringkat sembilan MotoGP Inggris di Silverstone, Minggu (7/8/2022). Hasil tersebut membuat selisihnya dengan Quartararo melebar menjadi 22 poin.

Sementara Francesco Bagnaia makin mendekat. Kemenangan di Silverstone dan Assen sebelum jeda kompetisi membuat rider Ducati Lenovo tersebut kini hanya berjarak 27 angka dari Espargaro, atau 49 di belakang Quartararo.

Espargaro layak cemas karena seri-seri berikutnya memiliki trek ramah bagi Ducati. Yang terdekat adalah Red Bull Ring, tempat berlangsungnya MotoGP Austria.

"Saya pikir Aprilia bisa bersaing di mana saja. Hampir di setiap balapan, kami memiliki wakil di podium," kata Espargaro. "Tapi tentu Austria sangat ideal untuk Ducati. Mereka memiliki motor dengan tenaga terbesar. Mudah bagi Ducati menaklukkan sirkuit. Akan sulit mengalahkan mereka."

Selain itu, Bagnaia masih memiliki banyak waktu. MotoGP masih menyisakan delapan ajang. Sementara keuntungan terakhir Ducati adalah banyaknya tim yang dimiliki. Pabrikan asal Italia itu mengandalkan delapan Desmosedici musim ini.

Espargaro melihat ada kemungkinan kerja sama di antara mereka untuk mendukung kandidat terkuat jadi juara.

"Persaingan sangat terbuka. Saya prediksi delapan balapan ketat demi gelar juara dunia," tandas Espargaro.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Balapan MotoGP Inggris

Pemegang pole Johann Zarco (Pramac Ducati) melesat dan tetap memimpin di awal lomba, dengan Quartararo melakukan start bagus untuk menempel setelah memulai balapan di posisi empat.

Quartararo coba menyalip Zarco agar tetap memimpin saat melakukan long lap penalty, tapi gagal melakukannya. Ketika mengambil hukuman, dia kembali ke peringkat lima di belakang Zarco, Jack Miller (Ducati Lenovo), Alex Rins (Suzuki Ecstar), dan Bagnaia.

Zarco terjatuh di Tikungan 8 sehingga gagal mengakhiri paceklik memenangkan balapan MotoGP. Miller dan Rins terlibat duel sengit, dengan Bagnaia ikut meramaikan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Rins menunjukkan kepiawaian untuk memimpin dan perlahan meninggalkan rival. Sementara Quartararo turun ke peringkan enam usai disalip Jorge Martin (Pramac Ducati) dan Maverick Vinales (Vinales). Bagnaia menyikut Rins saat balapan menyisakan sembilan putaran, manuver yang kemudian diikuti Miller dan Vinales. MotoGP Inggris semakin seru dengan Vinales menyalip Bagnaia. Meski sempat menggeser Bagnaia, Vinales melakukan sejumlah kesalahan sehingga harus puas menduduki posisi dua. Di belakang, Quartararo semakin tercecer karena juga digeser Miguel Oliveira (KTM). Bagnaia membukukan waktu 40 menit 10,260 detik. Dia memimpin 0,426 detik atas Vinales. Sementara Miller melengkapi podium dengan defisit 0,614 detik. * BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan