Sukses

Kecewa, Warganet Galang Aksi Tanda Tangan Tuntut Naturalisasi Jordi Amat Dibatalkan

Liputan6.com, Jakarta Jordi Amat dikabarkan akan bergabung dengan tim papan atas Liga Malaysia, Johor Darul Takzim (JDT). Namun, keputusan Jordi ini membuat kecewa publik sepak bola di Tanah Air.

Sikap Jordi Amat ini rupanya mendapat kecaman serius dari warganet di media sosial. Ini karena Jordi Amat saat ini tengah menjalani proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Seperti diketahui, proses naturalisasi pemain yang kini berusia 30 tahun itu masih diproses bersama dengan pemain lainnya Shayne Pattynama dan Sandy Walsh.

Bergabungnya pemain kelahiran Spanyol ke tim raksasa Malaysia ini melahirkan kekecewaan mendalam dari netizen. Apalagi, pemain berposisi bek tengah itu menolak berkarier di Eropa dengan mengesampingkan tawaran dari tim papan atas Yunani, Panathinaikos.

Ini pula yang akhirnya melahirkan beragam komentar miring dari warganet dan meminta PSSI membatalkan proses naturalisasi Jordi Amat. Bahkan sudah bermunculan berbagai hastag #stayeuropa #Amatkecewa #Amatsenang di dunia maya.

2 dari 3 halaman

Petisi

Terkini, founder akun bola timnas Indonesia @garudarevolution.ina, Divo Sashendra bahkan sudah melempar tanda tangan petisi “Batalkan Naturalisasi Jordi amat!” di change.org.

Bahkan aksi tanda tangan petisi ini mendapatkan respons luar biasa antusias dari warnaget. Hingga Rabu (29/6/2022) petang, aksi ini sudah ditandatangani oleh lebih dari 10.000 orang.

“Aksi ini adalah bentuk nyata kekecewaan kami pecinta sepakbola Indonesia akan langkah yang sudah diambil oleh Jordi Amat," tegas Divo Sashendra, Rabu (29/6/2022).

3 dari 3 halaman

Kecewa

"Dengan pilihannya ke JDT, dia berarti sudah tak lagi menjadi kriteria pelatih timnas Indonesia STY (Shin Tae-yong) sebagai pemain naturalisasi,” katanya

Antusiasme tinggi warnaget menandatangani petisi ini disebutnya sebagai bukti kekecewaan pecinta timnas Indonesia pada Jordi Amat.

“Ayo tandatangani petisi ini. Batalkan naturalisasi Jordi Amat!,” tambah Divo lagi.