2 Bobotoh Persib Meninggal, Ketua Komisi X DPR: Penanggung Jawab Harus Diseret ke Ranah Hukum

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mendesak kasus dua bobotoh yang meninggal dunia saat hendak menyaksikan laga Piala Presiden 2022 antara Persib dan Persebaya dibawa ke ranah hukum.

Diperbarui 18 Juni 2022, 20:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dua Bobotoh, pendukung Persib Bandung, Ahmad Solihin dan Sopiana Yusuf merenggang nyawa. Tragedi ini terjadi saat kedua korban hendak menyaksikan laga Piala Presiden 2022 yang mempertemukan Persib kontra Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (17/6).

Kapolrestabes Bandung Kombes Aswin Sipayung mengatakan Ahmad dan Sopiana diduga meninggal lantaran kehabisan oksigen saat berada di pintu masuk tiket. Kedua suporter Persib tersebut sempat mendapat perawatan sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Tetapi, nyawa kedua Bobotoh itu tidak tertolong dan menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Sartika Asih. Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mendesak insiden ini diusut tuntas.

"Tidak ada sepak bola seharga nyawa manusia. Kami mendesak agar pihak-pihak yang bertanggung jawab secara langsung atau tidak langsung atas kematian dua suporter di Stadion GBLA diseret ke ranah hukum," kata Huda di Jakarta, Sabtu, 18 Juni. "Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka secara pidana."

Huda menegaskan kasus kematian suporter sepak bola di Indonesia sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Karena itu, politikus PKB ini meminta pihak berwajib memanggil para penanggung jawab gelaran Piala Presiden 2022.

"Mereka harus dimintai keterangan dan jika ada unsur kelalaian yang memicu tewasnya dua bobotoh tersebut mereka harus dijerat dengan Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang memicu hilangnya nyawa orang lain," ujar Huda, yang membidangi Pendidikan, Olahraga, dan Sejarah di DPR.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Unsur kelalaian

Syaiful Huda mengaku mendapatkan banyak laporan dari kelompok suporter terkait peristiwa menyedihkan itu. Menurutnya, ada dugaan unsur kelalaian penyelenggara di mana tidak ada persiapan matang mengantisipasi membludaknya penonton dalam laga Persib Bandung vs Persebaya Surabaya.

"Kami menerima informasi terkait bobolnya stadion sejak sebelum pertandingan dimulai. Lalu ada ketidaksigapan Panpel saat terjadi kerumunan begitu rupa sehingga memicu korban jiwa," ungkapnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Politikus PKB ini menegaskan jeratan pasal pidana sudah saatnya diberikan kepada mereka yang lalai saat menyelenggarakan pertandingan sepak bola di Indonesia. Menurutnya, selama ini jika ada kasus suporter yang meninggal hanya dianggap sebagai kecelakaan tanpa diusut pemicunya. "Akibatnya kasus kematian suporter di Indonesia terus menerus berulang tanpa diiringi upaya sistematis untuk meminimalkan potensi pemicunya," tukasnya.

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan