Sukses

Tolak Tampil di MotoGP, Kawasaki Fokus Jualan Motor

Liputan6.com, Tokyo - Kawasaki enggan menggantikan Suzuki di MotoGP pada musim depan. Mereka memilih tetap fokus di Superbike, ajang balap yang menggunakan motor produksi massal.

Manajer Kawasaki Racing Team Guim Roda mengungkapkan, partisipasi di WSBK membantu Kawasaki menjual banyak produk. Sebab, konsumen bisa membeli tunggangan yang dikendarai juara dunia enam kali Jonathan Rea.

"Lebih logis balapan seperti ini ketimbang membentuk sasis, mesin, atau aerodinamikan setiap tahun seperti MotoGP. Kawasaki kemudian dapat memakai data dari balapan untuk produksi masal, ketimbang hanya membentuk motor yang tidak bisa dibeli konsumen," ungkap Roda.

"Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik di setiap balapan dan menguji apakah bisa meningkatkan kualitas motor. Saya kira inilah visi dan misi di Kawasaki," lanjutnya dilansir Crash.

Kawasaki menggunakan Ninja ZX-10RR pada WSBK. Mereka menjual seri Ninja sejak 1986 dan populer di kalangan pecinta motor. 

Sebelumnya Kawasaki sempat berkompetisi MotoGP selama tujuh musim sejak 2002. Mereka mengundurkan diri karena ingin sumber daya yang dimiliki agar lebih efisien.

 

"Saya yakin Suzuki dan Dorna menemukan solusi terbaik dalam situasi ini. Motosport membutuhkan biaya besar. Perusahaan harus melihat apa tujuan mereka membalap dan memastikan itu investasi bagus," ungkap .

"Dalam perspektif kami, Kawasaki memutuskan fokus ke Superbike karena berbagai pertimbangan. Alasan tersebut hingga sekarang masih berlaku."

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Pengganti Suzuki

Dengan sikap Kawasaki, pengganti Suzuki selepas MotoGP 2022 masih menjadi tanda tanya. Rumor lain yang beredar adalah terbentuknya tim satelit Aprilia. 

Kembali ke panggung utama pada 2012, kinerja pabrikan asal Italia tersebut terus meningkat. Musim ini mereka kehilangan konsesi sehingga bakal bersaing langsung dengan nama-nama besar seperti Honda dan Ducati. Aprilia bahkan tengah memimpin klasemen sementara pada kategori tim. 

Suzuki sendiri sudah menghubungi Dorna terkait niat meninggalkan MotoGP. Presiden Federasi Motorsport Internasional (FIM) Jorge Viegas menyayangkan hal tersebut. Namun, dia mengklaim peminat sudah mengantre untuk menggantikan.

Viegas menyebut Suzuki semestinya tidak mengambil tindakan gegabah hengkang dari ajang balapan tersebut musim depan. Dia menyebut ada proses yang harus dilalui pabrikan asal Jepang tersebut.

"Saya paham mereka (Suzuki) kesulitan ekonomi. Namun, semestinya mereka membicarakan ini dengan Dorna dan FIM terlebih dulu," ujar Viegas dilansir Motosan.

Jika Suzuki benar keluar, Viegas menyebut kesiapan tim pengganti pada kompetisi musim depan. Namun, dia tidak mau membocorkan identitasnya.

"Sudah ada pembicaraan dengan Dorna soal tim baru ini. Namun, saya tidak bisa bicara banyak, karena saat ini pihak Dorna masih mengatur situasi di MotoGP. Intinya, pengganti Suzuki sudah ada," ujar Viegas.

3 dari 3 halaman

Sisa 5 Pabrikan

Mundurnya Suzuki membuat berbagai pihak kaget karena mereka baru saja meraih gelar dunia bersama Mir pada 2020. Suzuki juga punya kontrak bersama Dorna hingga 2026. Namun, mereka dilaporkan tidak punya pilihan karena masalah finansial.

Mereka belum memenangkan balapan sejak Mir menjuarai seri Eropa di Valencia dua tahun lalu. Meski begitu, Suzuki dan Mir masih finis di posisi tiga tabel akhir. Musim ini Suzuki sudah dua kali naik podium melalui Alex Rins.

Dengan mundurnya Suzuki, MotoGP hanya akan diikuti lima pabrikan yakni Ducati, Honda, Yamaha, KTM dan Aprilia.