Sukses

Pilih Jack Miller Jadi Rekan di MotoGP, Francesco Bagnaia: Keputusan Akhir Tetap di Ducati

Liputan6.com, Le Mans - Ducati baru menunjuk Francesco Bagnaia sebagai salah satu andalan pada MotoGP 2023. Pabrikan asal Italia itu bakal memilih nama kedua pada bulan depan. Jack Miller, Jorge Martin, dan Enea Bastianini bersaing mengisi kursi tersebut. 

Bagnaia angkat bicara menyikapi situasi ini. Dia memilih Miller sebagai rekannya di tim pabrikan. Pasalnya, Bagnaia sudah satu tim dengan pembalap asal Australia itu sejak membela Pramac Ducati tahun 2019.

Namun, Bagnaia menekankan keputusan akhir tetap di tangan Ducati. "Saya sangat mengenal Miller. Maka normal jika saya menginginkannya bertahan. Dia teman dan rekan setim yang baik. Saya suka bekerja dengannya," ungkap Bagnaia.

"Tapi Ducati yang menentukan. Maka apakah iu Enea atau Martin, saya tidak keberatan," sambungnya dilansir Crash.

Bagnaia mengaku Bastianini paling layak menjadi rekannya berkaca pada rapor musim 2022. Kompatriotnya tersebut sudah memenangkan tiga balapan, teranyar MotoGP Prancis akhir pekan lalu.

Persaingan kursi pabrikan Ducati memanas karena banyaknya talenta yang terlibat. Miller menguasai kursi tersebut untuk musim ini. Namun, pembalap asal Australia itu tidak mencatat hasil spektakuler demi mempertahankan posisi. Dia pun terancam potensi Martin dan kinerja Bastianini.

Martin tampil spektakuler dan menunjukkan kecepatan luar biasa hingga akhirnya menjadi Rookie of the Year 2021. Sementara Bastianini menjadi pembalap terbaik Ducati pada klasemen sementara MotoGP 2022.

“Ducati pasti bertaruh pada mereka di masa depan. Hanya ada satu tempat di tim pabrikan, tetapi tujuannya adalah untuk mempertahankan mereka berdua," kata Direktur Olahraga Ducati Corse Paolo Ciabatti merujuk status Martin dan Bastianini, dilansir Sky Sports Italia.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Keunggulan Bastianini

Bastianini sedikit lebih unggul dalam masalah konsistensi. Dia sudah menempati podium tertinggi tiga kali, terbanyak di antara pembalap lain musim ini.

"Saya gembira jika bertahan di Ducati. Gaya mengendarai saya sangat cocok dengan Demosedici. Saya pikir itu adalah opsi terbaik bagi saya sekarang. Tapi saat ini saya tidak tahu di mana masa depan saya berada," ungkap Bastianini.

"Saya pikir semua akan lebih jelas dalam beberapa balapan ke depan. Saya senang karena Ducati menawarkan paket bagus. Saya juga bisa menang di tim independen," sambungnya.

Sebaliknya, Martin justru gagal finis pada lima seri musim ini. Pembalap asal Spanyol itu terlalu sering melakukan kesalahan sendiri, tepatnya di Mandalika, Portimao, Jerez, dan Le Mans.

Meski Martin dan Bastianini jadi favorit, Ducati dilaporkan tetap berencana mempertahankan Miller. Pabrikan berbasis Bologna tersebut tidak ingin kehilangan jasanya begitu saja.

"Kehadiran mereka adalah prioritas besar kami, terlepas siapa masuk tim mana," ungkap Team Manager Ducati Lenovo Davide Tardozzi.

3 dari 3 halaman

Komentar Miller

Miller tidak mau ketinggalan mengomentari situasi Ducati. Dia sadar Bastianini lebih diunggulkan. Bukan sekedar berdasar performa musim ini, melainkan juga karena asalnya.

"Saya tidak tahu kalian (media) ingin saya berkata apa. Faktanya jelas. Bastianini memenangkan tiga balapan musim ini. Dia bersinar dan juga dari Italia, maka logika semestinya bicara," ungkap Miller.