Sukses

Kemenpora Didesak Tetap Berangkatkan Atlet dari 14 Cabang Olahraga ke SEA Games 2021

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga resmi mengirimkan 476 atlet dari 32 cabang olahraga untuk bersaing dalam SEA Games 2021 di Vietnam. Sementara itu, atlet dari cabang olahraga lainnya batal berangkat karena hasil penilaian dari tim review bentukan Kemenpora.

Menurunnya pengiriman jumlah atlet hampir 50 persen dibandingkan SEA Games 2019 menimbulkan banyak kekecewaan. Apalagi, sejumlah atlet dari beberapa cabang tetap tidak diperbolehkan ikut meski menggunakan biaya mandiri.

Tidak berangkatnya atlet dari 14 cabang olahraga mendapat sorotan Mohammad Haerul Amril. Anggota Komisi X DPRI RI itu mendesak Kemenpora tetap memberangkatkan para atlet ke pesta olahraga dua tahunan itu yang dilaksanakan 12 hingga 23 Mei 2022.

Haerul mengungkapkan para atlet dan federasi olahraga kecewa dengan keputusan itu. Terlebih, mereka sudah berprestasi di PON XX Papua dengan meraih medali emas.

Para atltet itu di antaranya Fajar Abdul Rohman, asal Sumatera Selatan yang merebut medali emas senam PON XX Papua. Selain itu, atlet senam ritmik Sutjiati Kelanaritma Narendra yang merebut dua emas dan satu perak. Keputusan itu juga termasuk pemangkasan kuota atlet Esports yang juga dibatalkan ikut Sea Games.

Menurut Haerul, apa yang menimpa Sutjiati seharusnya tidak terjadi. Saat usia belia, dia lebih memilih pulang dari Amerika Serikat untuk berkontribusi buat Indonesia sebagaimana panggilan Presiden Joko Widodo. Tetapi, keputusannya itu dijawab dengan pembatalan ikut even olahraga internasional seperti SEA Games di Hanoi.

"Berangkat dengan biaya mandiri pun tidak boleh. Padahal Sutjiati di PON menggondol tiga medali. Sebelum ke Indonesia, dia atlet pilihan Amerika Serikat dengan proses seleksi yang ketat," tutur politisi yang juga menjabat Sekjen DPP Garda Pemuda NasDem itu di Jakarta, baru-baru ini.

"Aset bangsa seperti ini harusnya dapat ruang yang luas untuk mengharumkan bangsanya di level internasional."

 

2 dari 3 halaman

Peluang prestasi

Soal peluang prestasi, Haerul mengatakan juga dapat diraih atlet dari berbagai cabang olahraga lain yang batal berangkat. Dia pun mengaku heran dengan argumentasi Kemenpora dan tim yang ditunjuk untuk menentukan siapa saja atlet yang akhirnya diberangkatkan.

"Alasan-alasan yang dimiliki Kemenpora seharusnya tidak sepihak, harusnya bisa mengupayakan para atlet bertanding di ajang Sea Games 2021. Saya yakin mereka bisa membawa harum nama Indonesia di SEA Games 2021," ucap Haerul.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem bidang Pemuda dan Olahraga ini menyebut masalah organisasi yang terjadi di federasi, seperti dalam Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia tidak boleh mengorbankan para atlet. Imbasnya, atlet terkesan dikorbankan sehingga tidak punya kesempatan untuk memberi kontribusi positif terhadap pembangunan olahraga.

Dia berpendapat,seharusnya adanya masalah dan alasan-alasan yang disampaikan tim review perlu dibahas bersama banyak pihak, salah satunya Komisi X DPR RI. Menurutnya, seluruh pihak harus menyadari bahwa alasan biaya atau anggaran tidak relevan jadi alasan pembatalan keberangkatan atlet.

"Padahal pasti banyak yang keberatan jika atlet batal berangkat dengan alasan peluang prestasi, anggaran dan konflik federasi. Aapalagi, banyak pihak swasta, BUMN yang sudah terbiasa menopang penuh kemajuan prestasi olahraga nasional," ucapnya.

Haerul berharap berbagai alasan dan masalah pembatalan keberangkatan atlet bisa diselesaikan sebelum SEA Games 2021 dimulai. "Saya harap Kemenpora segera melakukan upaya agar para atlet tenis meja bisa bertanding di SEA Games 2021," katanya.

 

3 dari 3 halaman

Jejak prestasi

Ketua tim review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional Kemenpora Prof. Dr. Moch. Asmawi menjelaskan dua hal terkait cabang olahraga (yang diberangkatkan dan tidak ke SEA Games 2021. Seperti diketahui, ada 14 cabang olahraga yang tidak diberangkatkan ke SEA Games 2021. Hal itu diputuskan berdasarkan penilaiaan (review) dari tim bentukan Kemenpora.

Ke-14 cabor tersebut yakni Bola Tangan Indoor, Bola Tangan Pantai, Dansa, Petanque, Kurash, Futsal, Biliar, Tenis Meja, Muaythai, Xiangqi, Loncat Indah, Senam Ritmik, Senam Aerobik, Binaraga, dan Sepak Bola Putri.

"Kita tidak berangkatkan karena tidak mempunyai jejak prestasi dan tidak berpeluang meraih medali pada SEA Games 2021 yang akan datang," paparnya.

"Itu adalah pesan dari pemerintah yang tidak bisa ditawar, kenapa karena hulunya adalah olimpiade," pungkas Asmawi.