Kenali Macam-Macam Pemanasan dan Gerak Langkah Kaki dalam Senam Aerobik!

Senam aerobik merupakan disiplin senam yang menggabungkan rangkaian gerak dengan irama musik berkesinambungan dalam durasi waktu tertentu. Senam aerobik terdiri atas sejumlah gerakan dan perlu didahului dengan pemanasan. Simak penjelasannya melalui artikel berikut ini!

Diterbitkan 26 April 2022, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Senam aerobik merupakan disiplin senam yang menggabungkan rangkaian gerak dengan irama musik berkesinambungan dalam durasi waktu tertentu. Senam aerobik bertujuan untuk meningkatkan masuknya oksigen ke dalam tubuh.

Kata “aerobik” dalam senam aerobik pertama kali dipopulerkan pada 1875. Kala itu, ahli kimia dan mikrobiologi bernama Louis Pasteur menemukan bahwa bakteri aerob membutuhan oksigen untuk bertahan hidup.

Selaras dengan temuan ini, dokter Amerika bernama Ken Cooper mengembangkan rangkaian latihan aerobik yang dimaksudkan untuk melawan penyakit kardiovaskular. Latihan aerobik makin dikenal dan dipraktikkan oleh berbagai kalangan, hingga menjadi tren kebugaran dunia pada era 1980-an.

Senam aerobik secara umum melibatkan perpindahan tubuh yang lincah, sehingga membuat jantung terpacu. Olahraga ini juga menuntut pesenam untuk menampilkan gerakan yang kompleks dan berintensitas tinggi secara terus-menerus sesuai alunan musik.

Melansir modul resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), senam aerobik kerap dipilih masyarakat lantaran dianggap efektif untuk menjaga kebugaran tubuh. Di samping itu, disiplin senam ini juga cocok diterapkan oleh seseorang yang ingin membakar energi.

Adapun pola gerakan dalam senam aerobik bersumber dari kombinasi langkah kaki dan gerakan lengan. Jika dipadukan dengan musik, gerakan senam aerobik akan menghasilkan koreografi yang dinamis, berirama, dan berkelanjutan.

Senam aerobik tak dapat serta-merta dipraktikkan. Pesenam perlu melakukan pemanasan (warming up) yang cukup demi menghindari potensi terjadinya cedera. Menurut modul resmi Kemdikbud, pemanasan dapat dilakukan selama kurang lebih 15 menit.

Gerakan dalam pemanasan diklaim mampu meningkatkan kerja jantung dan mempersiapkan sistem kardiovaskular, menaikkan pertukaran oksigen dalam darah, serta menambah energi yang dikeluarkan dalam sistem metabolisme.

Pemanasan Senam Aerobik

Secara umum, pemanasan dalam senam aerobik berguna untuk mempersiapkan aspek emosional, fisik, dan psikis sebelum berolahraga. Berikut macam-macam pemanasan yang perlu dipraktikkan jelang senam aerobik!

1. Isolation

Isolation merupakan bentuk latihan yang mengharuskan seseorang untuk tidak berpindah posisi. Contoh gerakan yang bisa dilakukan pada tahap ini adalah half squat, yakni aktivitas membuka kaki selebar satu setengah bahu dengan lutut agak ditekuk.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Dilansir dari modul resmi Kemdikbud, isolation hanya terbatas pada persendian dan otot lokal. Latihan ini dilakukan dengan intensitas rendah dan bertujuan untuk menaikkan suhu serta mempersiapkan otot dan persendian sebelum melakukan gerakan berikutnya. 2. Full body movement Full body movement adalah aktivitas menggerakkan seluruh bagian otot tubuh. Pada tahap ini, seseorang dapat melakukan gerakan bouncing atau menekuk dan meluruskan tungkai dengan kombinasi gerakan lain, untuk melatih seluruh otot dan persendian. Gerakan memindahkan titik berat badan, seperti tap side, easy walk, marching forward, marching backward, single step, atau double step juga dapat diterapkan di tahap ini. Jangan lupa untuk mengombinasikan perpindahan dengan gerakan tangan yang relatif mudah. 3. Stretching Stretching merupakan pemanasan yang dilakukan dengan meregangkan tubuh secara dinamis. Aktivitas ini perlu dipraktikkan dengan teknik yang benar dan di daerah gerak yang tepat. Terdapat lima bagian tubuh yang perlu diregangkan pada tahap strectching, yakni paha depan, paha belakang, betis, bokong, dan punggung.

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, AY YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan