Bola Ganjil: Poros Ukraina di Balik Sukses Uni Soviet

Kesuksesan tim nasional kerap dibantu dominasi klub. Dynamo Kiev juga demikian untuk Uni Soviet.

Diterbitkan 19 April 2022, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Penyesalan Uni Soviet

Berkat sentuhan Lobanovskiy, Uni Soviet tanpa kesulitan menyisihkan lawan yang menghadang. Mereka meraih dua kemenangan dari tiga laga dan tidak terkalahkan pada fase grup, salah satunya atas Belanda.

Uni Soviet juga tanpa kesulitan menyisihkan Italia di semifinal. Mereka pun masuk final Piala Eropa untuk kali pertama sejak 1972. Capaian besar mengingat mereka tidak lolos kualifikasi pada tiga edisi berikutnya.

Sayang gelar yang didamba gagal direbut. Belanda sukses membalas kekalahan, salah satunya berkat gol spektakuler Marco van Basten.

Uni Soviet pun meradang. Nasib mereka mungkin bisa berbeda jika Lobanovskiy dibebaskan memilih pemain.

Bapak Sepak Bola Modern

Lobanovskiy bekerja di timnas hingga Piala Dunia 1990. Dia kemudian melanglang buana ke Uni Emirat Arab dan Kuwait sebelum kembali ke Dynamo Kiev.

Di sana Lobanovskiy kembali melahirkan talenta-talenta baru Ukraina, mulai Andriy Shevchenko hingga Serhii Rebrov. Hingga kini dia diakui sebagai salah satu bapak sepak bola modern yang pendekatannya diadopsi nama-nama tenar saat ini.

Maka, sangat ironis jika reinkarnasi Uni Soviet yakni Rusia kini menginvasi Ukraina. Sebab, Ukraina pernah mengharumkan nama mereka. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan