PT Freeport Indonesia Dukung Pelatnas Atletik Desentralisasi Mimika

Dukungan penuh PT Freeport Indonesia untuk PB PASI terkait Pelantas Atletik Desentralisasi Mimika tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani di Jakarta, 13 April 2022.

Diterbitkan 14 April 2022, 09:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Kami turut mendukung upaya PB PASI dalam mengembangkan cabang olahraga atletik di Indonesia, sekaligus meningkatkan prestasi atlet di Papua melalui penyelenggaraan Pelatihan Nasional Desentralisasi Mimika. PTFI akan memberikan dukungan penuh kepada PB PASI dalam penyelenggaraan pelatihan ini selama 3 tahun”, tutur Tony.

Saat digunakan sebagai venue atletik PON XX Papua 2021, Luhut menyampaikan gagasan pelaksanaan pelatnas di MSC yang khusus diisi atlet dan pelatih yang berasal dari Papua. Gagasan ini disambut baik oleh manajemen PTFI dan bersedia mendukung.

Untuk tahap awal, pelatnas di Timika akan diikuti 19 orang atlet dan delapan pelatih. Mereka adalah hasil seleksi yang dilakukan tim Pembinaan PB PASI selama berlangsungnya PON XX yang lalu dengan kriteria prestasi di kisaran 5 besar SEA Games.

"“Selain berlatih dan dievaluasi secara periodik, melalui program yang didesain PB PASI, para atlet juga akan mendapatkan kesempatan bertanding di luar negeri. Sebanyak 9 staf pendukung seperti dokter, masseur dan psikolog akan dilibatkan juga dalam kegiatan ini," kata Luhut.

 

Akan dievaluasi

Luhut memberikan perhatian besar pada prestasi atletik Papua yang mengalami penurunan. Hal ini terlihat melalui keikutsertaan Papua dalam PON. Pada 2004 Papua merebut 10 medali emas, namun merosot tajam sehingga 2012, 2016, dan 2021 hanya memperoleh satu medali emas.

Sebelumnya, Papua selalu menjadi bagian utama kekuatan tim atletik Indonesia dengan prestasi-prestasi internasionalnya. Masyarakat tentu masih ingat sprinter Franklin Burumi yang membuat prestasi fenomenal dalam nomor 100 meter dan estafet 4 x 100 meter saat SEA Games 2011 di Palembang.

Program Pelatnas Desentralisasi di Timika akan dievaluasi bersama PB PASI dan PTFI setiap tahun sampai tiga tahun ke depan. Luhut optimistis program ini akan memberikan hasil positif bagi peningkatan prestasi atletik di Papua.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi ini juga berharap pelatnas desentralisasi seperti di Timika dapat dilaksanakan di provinsi-provinsi lain. "Sudah sepatutnya kita memberi perhatian besar pada atletik karena atletik adalah ibu dari semua cabang olahraga. Banyak talenta yang bisa dijaring bila kegiatan pembinaan dan kompetisi dilaksanakan dengan lebih baik di provinsi-provinsi," pungkas Luhut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan