Sukses

Egy Maulana Vikri dan Asnawi Mangkualam, Bukti Pemain Indonesia Bisa Bersaing di Luar Negeri Asalkan...

Liputan6.com, Jakarta Egy Maulana Vikri bakal lebih lama berkostum FK Senica. Itu setelah pihak klub memperpanjang kontrak gelandang timnas Indonesia tersebut hingga Juni 2023.

"Egy memperpanjang kontraknya di FK Senica hingga 30 Juni 2023 ditambah 2 tahun opsi" tulis FK Senica dalam akun instagramnya.

Perpanjangan yang didapat Egy tidak datang dengan percuma. Pemain berusia 21 tahun itu berhasil menunjukkan performa yang menjanjikan selama di Senica.

Egy sebelumnya menjalani kontrak enam bulan bersama Senica. Ia ikut menyumbang dua gol dan empat asis dalam 13 kali penampilan.

Senica pun optimistis, Egy akan menjadi pemain penting bagi klub. "Dia jelas akan membantu kami mencapai target kami," tulis Senica.

Jalan Egy Maulana Vikri berkarier di Eropa tak selalu mulus. Sebelum bergabung dengan Senica, Egy lebih dahulu merumput bersama klub Polandia, Lechia Gdansk.

Sayangnya, Egy tak mendapat banyak menit bermain di sana. Transfermarkt mencatat, Egy hanya tampil tujuh kali di musim 2020/21 bersama Lechia.

Hal berbeda dialami Egy saat di Senica. Kepercayaan yang diberikan Senica pun tampaknya siap dibayar lunas Egy. "Bismillah," tulis Egy menyikapi perpanjangan kontraknya.

 

 

2 dari 4 halaman

Asnawi Mangkualam

Selain Egy, Asnawi Mangkualam juga bisa dibilang salah satu pemain Indonesia yang punya prospek cerah di luar negeri. Asnawi kini berkarier bersama Ansan Greeners di K-League 2 Korea Selatan.

Didatangkan Ansan dari PSM Makasar Februari 2021, Asnawi menjadi andalan Ansan di sisi kanan.

Statistik transfermarkt mencatat, Asnawi telah tampil 14 kali dan menyumbang satu gol. Kerja keras Asnawi pun membuatnya diganjar perpanjangan kontrak satu tahun.

"Asnawi merupakan sosok pemain yang memiliki segudang potensi untuk berkembang di masa depan," kata pelatih Ansan, Jo Min-guk.

"Saya akan menyiapkan tim saat musim dingin sehingga pemain seperti Asnawi dapat menunjukkan kekuatan maksimal," ujarnya.

3 dari 4 halaman

Bisa Bersaing

Sosok Egy dan Asnawi menjadi bukti para pemain Indonesia bisa bersaing di luar negeri, terutama di atas level Asia Tenggara. Namun keberhasilan keduanya tidak diraih dengan berleha-leha.

Asnawi misalnya, ia harus merelakan bayaran yang tak setinggi saat berkarier di PSM.

"Benar sekali. Nilai kontrak saya tidak setinggi yang diterima bersama PSM Makassar. Akan tetapi, itu bukan masalah," kata Asnawi dalam konferensi pers virtual yang diselenggarakan PSSI Pers.

4 dari 4 halaman

Pemain Lain Bisa Menyusul

Sejatinya, bukan hanya Asnawi dan Egy yang bisa bermain di luar Asia Tenggara. Witan Sulaeman pun serupa usai menjalin kontrak dengan FK Senica.

Pada gelaran AFF 2020 lalu, beberapa pemain seperti Ricky Kambuaya, Pratama Arhan, dan Alfeandra Dewangga juga diproyeksikan menyusul mereka.

Namun seperti kata Asnawi, mereka harus memperkuat mental untuk bisa merumput di luar Indonesia. Kerelaan mendapat bayaran lebih murah plus jauh dari rumah menjadi faktor yang mesti dipertimbangkan ketiganya juga pemain lain yang ingin berkarier di luar.