Bola Ganjil: Kebodohan Kiper di Adu Penalti, Bikin Pelanggaran sampai Diusir Wasit

Peran penjaga gawang sudah penting dalam pertandingan sepak bola. Namun, kontribusinya semakin krusial saat menghadapi adu penalti. Petaka pun membayangi jika mereka menghilang. Nasib tersebut akan semakin miris jika terjadi karena kebodohan diri sendiri.

Diterbitkan 13 Desember 2021, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peran penjaga gawang sudah penting dalam pertandingan sepak bola. Namun, kontribusinya semakin krusial saat menghadapi adu penalti.

Insting dan refleks cepat para kiper bakal menentukan keberhasilan tim memenangkan babak tos-tosan.

Petaka pun membayangi jika mereka menghilang. Nasib tersebut akan semakin miris jika terjadi karena kebodohan diri sendiri.

Para penjaga gawang ini bertindak melebihi batas sampai melanggar peraturan dalam upaya membantu tim. Mereka akhirnya tidak memiliki kesempatan menjadi pahlawan.

Simak kisah para kiper tragis di halaman berikut.

Bogem Lawan

Modiri Marumo jadi salah satu nama yang masuk daftar. Dia tengah membela Botswana pada perempat final COSAFA Cup melawan Malawi di 2003. Laga berakhir 1-1 selama 120 menit. Marumo pun jadi andalan sebelum melakukan tindakan bodoh.

Posisi Botswana saat itu sedang tertekan karena tertinggal. Marumo berusaha melancarkan perang psikologis menghadapi eksekutor ketiga dan membuang-buang waktu. Namun, wasit tidak menolelir aksi itu dan mengganjarnya kartu kuning.

Aksi Marumo nyatanya sia-sia karena Philip Nyasulu tidak terpengaruh dan tetap memasukkan bola. Marumo tambah kesal karena Nyasulu justru coba menghibur dengan menepuk pundaknya.

Kiper yang menghabiskan mayoritas karier bersama Botswana Defence Force itu gagal menjaga emosi dan melepas bogem mentah ke wajah lawan. Marumo akhirnya mendapat kartu merah dan Botswana takluk 1-4.

"Reaksi saya berlebihan," aku Marumo menyikapi insiden itu, dilansir Guardian. "Perilaku itu tidak hanya membuat saya malu, tapi juga klub. Semoga permintaan maaf saya diterima dan saya terus berkomitmen membela negara."

Marumo membayar kesalahan dengan memperkuat timnas hingga 2015. Dia sempat pensiun pada Februari 2012 sebelum menjawab kembali panggilan tugas di bulan Juli tahun yang sama. Marumo total mengantongi 85 caps bersama Botswana.

 

Sukses Blok 3 Tendangan Lawan

Marumo jadi pelaku blunder terbesar di pentas internasional. Namun, ada kiper lain yang melakukan hal serupa.

Jonny Tuffey menganggap dirinya sudah menjadi pahlawan Crusaders pada adu penalti melawan Larne di semifinal Piala Irlandia Utara 2020/2021. Pasalnya, dia sukses memblok tiga tendangan eksekutor lawan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Masalahnya, Tuffey dianggap tidak berdiri di garis ketika menggagalkan algojo Larne. Wasit pun mengusirnya karena melakukan pelanggaran berkali-kali. Pelatih Crusaders Stephen Baxter kesal benar dengan keputusan wasit dan meminta anak asuhnya meninggalkan lapangan. Namun, pemain memutuskan tetap bertanding. Bek Billy Joe Burns mengambil alih tugas menjadi kiper di dua tendangan penutup. Crusaders akhirnya takluk 5-6 setelah usaha Gary Thompson mengenai mistar.

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan