Sukses

Gagal Memenangkan Ballon d'Or, 4 Pemain Ini Bikin Kehebohan

Liputan6.com, Jakarta- Ballon d'Or adalah salah satu penghargaan individu tertua dan paling bergengsi di dunia sepak bola. Penghargaan ini diberikan oleh FIFA dan majalan France Football.

Sukses Luka Modric memenangkan Ballon d'Or pada 2018 mengakhiri dominasi 10 tahun Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Pasangan ini telah mengumpulkan 11 Ballon D'Or.

Berkat kemampuan luar biasa Messi dan Ronaldo, sejumlah talenta kelas dunia sudah kehilangan gelar Ballon d'Or selama dekade terakhir, seperti Robert Lewandowski dan Virgil Van Dijk. Keduanya dapat menerima kekalahan.

Namun, ada beberapa pesepak bola yang secara terbuka membuat ulah setelah gagal memenangkan penghargaan individu tersebut. Messi diperkirakan memenangkan gelar Ballon d'Or ketujuhnya pada tahun ini.

Tetapi, pemenang Liga Champions dan Euro 2020, Jorginho, telah menyatakan dalam sebuah wawancara, "Jika Anda memilih (pemenang Ballon d'Or) berdasarkan gelar, yah tidak ada yang memenangkan lebih dari saya musim ini."

Berikut 4 pemain yang membuat kehebohan setelah gagal memenangkan Ballon d'Or seperti dikutip dari Sportskeeda.

 

 

2 dari 6 halaman

4. Manuel Neuer

Manue Neuer adalah salah satu pesaing terkuat untuk penghargaan Ballon d'Or 2014. Dia tampil luar biasa untuk Bayern Munchen dan Timnas Jerman sepanjang musim 2013-14. Performanya membawa Neuer memenangkan Sarung Tangan Emas di Piala Dunia 2014 dan gelar Bundesliga 2013-14.

Tetapi sebelum upacara penghargaan Ballon d'Or 2014, Neuer menyatakan tidak akan memenangkan penghargaan tersebut. "Karena, saya bukan pria yang berpose dengan celana dalam," tuturnya, seolah menyindir Cristiano Ronaldo.

Ronaldo ketika itu memenangkan trofi Liga Champions dan Copa del Rey 2014 bersama Real Madrid. Superstar Portugal itu kemudian memenangkan Ballon d'Or dengan 37,66% dari total suara, sementara Neuer yang berada di urutan ketiga meraih 15,72% suara.

Dalam sebuah wawancara dengan manjalan Jerman Kicker pada 2014 lalu, Neuer kembali menyatakan, "Saya seorang olahragawan, bukan duta merek, selain menjadi penjaga gawang pertama Adidas. Saya tidak suka karpet merah. Saya lebih suka rumput hijau. Saya merasa lebih baik di lapangan mencoba menjadi yang terbaik yang saya bisa."

Neuer juga menekankan fakta bahwa penjaga gawang dan bek sering diabaikan untuk penghargaan individu. "Setelah pertandingan, hal utama yang mereka tunjukkan adalah gol, peluang, assist. Penonton cenderung tidak mengingat bahwa kiper menghentikan bola sulit dengan mengambil risiko besar atau mengatur permainan dari belakang," pungkasnya.

Lev Yashin, yang dijuluki Laba-Laba Hitam, adalah penjaga gawang terakhir yang memenangkan Ballon d'Or pada tahun 1963.

 

3 dari 6 halaman

3. Wesley Sneijder

Mantan superstar Bayern Munchen dan Belanda Wesley Sneijder termasuk di antara nama-nama besar yang kehilangan Ballon d'Or. Karena, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mendominasi penghargaan bergengsi tersebut di era sepak bola modern.

Pencapaian terbaik Sneijder dalam perebutan Ballon d'Or adalah di posisi keempat pada 2010. Dia finis di belakang Messi, Ronaldo, dan Xavi.

Sneijder menikmati salah satu musim terbaiknya bersama Inter Milan dan Belanda di 2009-10. Bersama Inter, dia memenangkan Liga Champions, Serie A, dan Coppa Italia

Dia juga menjadi andalan Belanda pada Piala Dunia 2014. Sneijder mencetak lima gol hingga membawa Belanda lolos ke final.

Sering dianggap sebagai salah satu playmaker terbaik di sepak bola modern, Sneijder dalam wawancara baru-baru ini mengatakan, "Jika saya akan hidup 100% untuk olahraga, saya akan bergabung Cristiano Messi dalam daftar."

"Saya tahu itu. Tapi, saya tak mau dan saya tidak menyesalinya. Bukannya saya tidak bisa melakukannya. Melakukannya, saya hanya tidak mau. Jika Anda melihat Cristiano, dia akan berdiri di belakang bola 30 kali dan tidak akan mencetak 1. Lalu saya berpikir, bagaimana?"

Dalam wawancara selanjutnya, Sneijder juga menyinggung gaya hidupnya yang agak memanjakan."Saya menikmati hidup saya, mungkin saya minum segelas (anggur) saat makan malam. Messi dan Cristiano berbeda, mereka telah membuat banyak pengorbanan."

 

4 dari 6 halaman

2. Franck Ribery

Menurut banyak pakar dan penggemar di dunia sepak bola, Franck Ribery dirampok dari Ballon d'Or 2013. Padahal, dia tampil luar biasa untuk Bayern Munchen di musim 2012-13.

Pemain Prancis itu memainkan peran penting dalam empat trofi yang dimenangkan Bayern Munich pada 2013. Ia memenangkan Liga Champions UEFA, Bundesliga, Piala Dunia Antarklub FIFA, Piala Jerman, dan Piala Super UEFA. Ribery mencetak 22 gol dan 18 assist musim itu

Namun seperti rekan setimnya Manuel Neuer, Ribery menempati posisi ketiga di belakang Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Penyerang Portugal itu memenangkan penghargaan bergengsi dengan torehan 66 gol dari 56 penampilan, tetapi tidak memiliki piala untuk ditunjukkan atas usahanya.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar TZ setelah upacara penghargaan, Ribery menyatakan,"Saya memenangkan segalanya, dengan tim dan secara individu. Ronaldo tidak memenangkan apa pun. Saya merasa telah mendapatkan penghargaan ini. Ini semua politik. Ballon d'Or tidak menarik minat saya lagi."

Dalam sebuah wawancara pada 2014 dengan Goal, mantan penyerang Fiorentina itu lebih lanjut menambahkan, "Saya melihat bagaimana Sepp Blatter memeluk Ronaldo dan bagaimana seluruh keluarganya ada di sana. Saya tidak bodoh. Jelas bahwa dia harus memenangkannya. Jika tidak, dia tidak akan membawa seluruh keluarganya bersamanya."

Lima tahun kemudian, Ribery menegaskan kembali kekecewaannya karena kalah dalam penghargaan Ballon d'Or dalam sebuah wawancara dengan Canal+. Dia berkata, "Seolah-olah itu dicuri dari saya. Itu tidak bisa dimengerti. Saya memenangkan setiap trofi, saya tidak bisa berbuat lebih banyak. Itu adalah ketidakadilan."

 

5 dari 6 halaman

1. Cristiano Ronaldo

Mantan pelatih Juventus Massimiliano Allegri mengatakan Cristiano Ronaldo marah setelah diabaikan untuk penghargaan Pemain Terbaik UEFA 2018.

"Kemarin dia (Ronaldo) sangat marah, dan itu wajar saja. Dia mencetak 15 gol di Liga Champions dan memenangkan trofi bersama rekan satu timnya. Sikap Ronaldo menunjukkan betapa dia terus berusaha dan bekerja untuk tetap menjadi yang terbaik. Ini merupakan keuntungan bagi kami," ucap Allegri.

Luka Modric memenangkan Ballon d'Or 2018. Setelah itu, Ronaldo kepada media Italia mengataka, "Tentu saja saya kecewa. Di lapangan saya telah melakukan segalanya untuk memenangkan Ballon d'Or, angka tidak berbohong. Selamat kepada Modric, yang telah mendapatkan penghargaan, tetapi tahun depan kita akan bertemu lagi dan saya akan melakukannya. segalanya untuk memenangkan hadiah lagi."

Sementara itu, Modric mendedikasikan trofi tersebut untuk semua pemain hebat modern yang gagal memenangkan Ballon d'Or karena dominasi Messi dan Ronaldo.

"Mungkin di masa lalu ada beberapa pemain yang bisa memenangkan Ballon d'Or seperti Xavi, Andres Iniesta atau Sneijder. Tetapi, orang-orang akhirnya sekarang melihat orang lain."

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Ballon d'Or di Bawah Ini