Sukses

Badan Terasa Lelah Usai Minum Kopi, Apa Penyebabnya?

Liputan6.com, Jakarta - Kopi mengandung kafein. Senyawa kimia alamiah ini dikenal bahkan dipercaya khasiatnya mencegah serangan kantuk saat seseorang sedang bekerja. Hanya saja, bila efek kafein tak berjalan semestinya, tentu menimbulkan sejumlah pertanyaan di benak Anda.

Misalnya, mengapa konsumsi kafein membuat diriku lelah? Ternyata, efek samping justru menimbulkan kontrakdiktif secara khusus bagi pemuja kafein.

Bukan hanya kopi. Berbagai jenis teh dan cokelat juga termasuk dalam sumber kafein yang bisa Anda nikmati.

Hanya saja, para ahli akan menjelaskan dengan memperhatikan cara seseorang mengonsumsi kafein. Terutama, penjelasan kafein bisa membuat Anda merasa kelelahan.

Penasaran bukan? Simak penjelasan mengenai efek minum kopi yang dapat membuat Anda kelelahan, seperti dikutip dari Bustle.com:

 

 

 

2 dari 5 halaman

Hormon Stres Meningkat

Penjelasan yang pertama, kortisol atau hormon stres dapat meningkat ketika kafein Anda melampaui batas normal. Kelebihan kortisol memicu efek samping yang merugikan seperti, pusing, sulit tidur, dan kelelahan.

Kondisi bahkan bisa menjadi lebih parah ketika Anda sudah mempunyai kadar kortisol yang tinggi. Situasi ini akan menyebabkan stres lain yang membuat Anda semakin lesu.

 

 

3 dari 5 halaman

Tambahan Gula Kuras Energi

Selain itu, efek lelah terkadang bukan berasal dari kafein. Melainkan dari kandungan gula yang ditambahkan ke dalam minuman berkafein.

Keberadaan gula menjadi masalah bagi Anda lantaran menyebabkan lonjakan kadar insulin di dalam tubuh. Kerja insulin yang menurunkan gula darah dalam tubuh Anda bisa membuat kelelahan. Karena kerja insulin terus dipacu. 

Cara mengatasinya, Anda dapat menyeimbangkan dengan camilan kaya protein. Misalnya, kacang-kacangan dan telur.

 

4 dari 5 halaman

Blokir Adenosin

Terakhir, adenosin, Ini dapat ditemui dalam tubuh yang bertugas sebagai pengatur ritme kapan Anda tertidur dan terbangun. 

Puncaknyan adenosin di waktu siang hari yang membuat Anda terjaga, sedangkan saat tidur kandungan itu akan menurun. Kondisi ini mengalami perubahan seusai Anda mengonsumsi kafein berlebihan, sehingga memblokir dan memaksa reseptor adenosin di otak pada level tetap tinggi. 

Namun, bila efek kafein menghilang, reseptor adenosin terbuka untuk mengisi semua adenosin yang terakumulasi tadi untuk membuat kita beristirahat alias tertidur.

 

Penulis:

Ignatia Ivani

 

5 dari 5 halaman

Video Pilihan