Dengan Protokol Kesehatan, Liga Basket DBL Sukses Digelar di Mataram

DBL sukses digelar dengan protokol kesehatan ketat di NTB pada akhir Februari lalu.

OlehThomas
Diterbitkan 02 Maret 2021, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pandemi virus corona Covid-19 membuat kompetisi olahraga di Indonesia mati suri hampir setahun. Perlahan dunia olahraga tanah air mulai bangkit. Kompetisi bola basket pelajar DBL contohnya. Mereka telah sukses menggelar musim 2021 di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Sama seperti kompetisi olahraga lain di Indonesia, liga bola basket pelajar terbesar di Indonesia Developmental Basketball League (DBL) harus rehat pada musim 2020. Musim 2021 baru dimulai lagi di Mataram dengan protokol kesehatan ketat.

Pada 26 Februari, DBL telah menuntaskan seri NTB. Penyelenggaraan ini memang berjalan jauh dari hingar-bingar khas DBL. Tidak ada kerumunan penonton yang biasanya meluber di tribun. Peserta, petugas pertandingan, panitia, semua menerapkan 3M (Menjaga jarak, Mencuci tangan, dan Memakai masker).

CEO dan Founder DBL Indonesia Azrul Ananda mengucapkan terima kasih yang tinggi kepada regulator, pemerintah, dan masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya Mataram atas dukungan terhadap DBL.

“Kami memiliki sejarah yang baik dengan Mataram. Dulu, ketika pertama kali mengembangkan DBL keluar Jawa Timur, kota pertama yang kami datangi adalah Mataram. Sekarang setelah sempat rehat setahun karena pandemi, kami juga memulai DBL lagi di Mataram,” ujar Azrul dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

Azrul juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat dan peserta DBL yang patuh protokol kesehatan. “Edukasi kami mengenai pentingnya liga ini berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat bisa diikuti dengan baik oleh masyarakat. Walaupun harus melalui berbagai prosedur yang mungkin belum biasa dilakukan, tapi semua berjalan lancar,” ujarnya.

 

 

Saksikan Video Menarik Ini

Prosedur

Sejumlah prosedur ketat memang diterapkan di DBL seri NTB, sesuai dengan arahan regulator. Seluruh pemain wajib menjalankan tes swab tiga jam sebelum pertandingan masing-masing tim. Panitia dan petugas pertandingan juga wajib diswab.

“Ini adalah bagian screening awal kami untuk menekan risiko persebaran virus COVID-19. Sedikitnya kami menjalankan total 820 tes swab sepanjang lima hari pertandingan,” ujar Donny Rahardian, Wakil Direktur DBL Indonesia.

Selain itu, seluruh pihak yang terlibat di DBL juga tetap harus menjalankan protokol yang umum dilakukan di tempat publik seperti mengukur suhu tubuh, membersihkan tangan dengan desinfektan, dan menggunakan masker.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Selama penyelenggaraan DBL 2021 di Mataram, penyelenggara juga melarang kedatangan penonton umum untuk menghindari kerumunan. Sebagai solusi, DBL Indonesia menyiapkan infrastruktur agar seluruh pertandingan dapat ditonton secara live stream melalui aplikasi DBL Play. “Pada musim sebelumnya, kami sudah menjalankan livestream, tapi hanya pada beberapa pertandingan. Tahun ini, seluruh peserta di DBL seri NTB ikut tampil dalam tayangan live stream. Tanpa terkecuali,” ujar Donny.

Halaman
Show All
Thomas, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan