Sukses

Bola Ganjil: Selebrasi Konyol Berujung Melayangnya Mimpi Ikut Piala Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Dunia olahraga sudah menyaksikan banyak cedera aneh. Para atlet melakukan berbagai kesalahan bodoh yang merusak karier sehingga membuat intelegensia mereka dipertanyakan.

Entah karena bermain PlayStation, cedera kaki usai tertimpa krim cukur yang jatuh, atau membuka jendela besar ketika tangan baru saja dioperasi.

Serangkaian blunder-blunder ini hanyalah contoh. Namun, ada satu kasus yang tidak banyak diketahui orang melibatkan kiper asal Prancis, Daniel Eon.

Dia berkesempatan menjadi andalan negara di Piala Dunia 1966. Namun, Eon terkena cedera akibat kesalahan sendiri dan semestinya bisa dihindari.

2 dari 5 halaman

Andalan Nantes

Eon adalah kiper utama Nantes ketika klub sedang dalam perjalanan ke puncak di bawah komando Jose Arribas. Dia sudah menjadi pilihan pertama Nantes yang promosi ke kasta tertinggi pada 1963, serta menjadi juara Prancis tahun 1965 dan 1966.

Jarang ambil risiko demi meminimalisir kesalahan sendiri, Eon nyatanya kurang menarik perhatian pelatih timnas. Dia menjadi pilihan ketiga di belakang Marcel Aubour (Olympique Lyon) dan Pierre Bernard (Saint-Etienne).

Namun, performa Arbour menurun drastis jelang dimulainya Piala Dunia 1966. Pelatih timnas kala itu, Henri Guerin, menjajal Eon pada laga persahabatan tandang melawan Uni Soviet.

Eon tampil impresif pada debutnya dan membantu Prancis mengimbangi tuan rumah 3-3. Penampilan tersebut pun memperbesar peluangnya jadi pilihan pertama untuk turnamen di Inggris sebulan kemudian.

3 dari 5 halaman

Cedera Parah

Sebelum itu Eon mesti membela Nantes pada laga pamungkas Liga Prancis melawan Cannes. Nantes sudah dipastikan merebut gelar tapi memiliki target lain menyangkut anggota skuat.

Striker Philippe Gondet memburu sejarah sebagai pemain tersubur dalam semusim setelah mencetak 33 gol. Dia tertinggal dua angka di belakang Gunnar Anderson yang memegang rekor.

Gondet mampu mewujudkan misi dengan mencetak hattrick dan membantu Nantes berjaya 6-1. Selebrasi liar terjadi ketika Gondet membuat gol ketiganya pada menit ke-72. Pemain Nantes mengerumuninya dan menciptakan tumpukan manusia.

Eon tidak mau ketinggalan. Dia berlari dari sisi lain lapangan dan melemparkan tubuh ke sana.

Sayang kerumunan pemain mulai menyebar. Gondet dan rekan-rekannya hendak kembali ke posisi masing-masing ketika Eon tiba.

Yang bersangkutan pun cedera karena melompat setelah lari dengan kecepatan tinggi. Tubuhnya keras menghantam lapangan. Dia harus ditandu keluar lapangan dan dibawa ke Paris untuk menemui spesialis.

Diagnosa medis memberi kabar buruk. Eon terkena cedera tendon Achilles. Dia harus menjalani perawatan empat pekan dan tidak bisa berlatih untuk dua bulan. Alhasil, Eon harus absen di Piala Dunia 1966.

4 dari 5 halaman

Akhir Karier

Eon kemudian pulih dan mendapat kesempatan kembali memperkuat negara. Sayang waktunya sudah lewat. Georges Carnus dari Saint Etienne menahbiskan diri sebagai kiper utama Prancis dan nyaris tidak tergantikan.

Pelatih timnas tidak lagi melirik Eon. Membuat keadaan lebih buruk, kariernya bersama Nantes berakhir setelah kembali menderita cedera parah pada 1968. Saat itu dia baru berusia 29 tahun.

Eon lalu melanjutkan karier bersama dua klub amatir, RC Ancenis dan Stade Nazairien.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Berikut Ini