5 Pelajaran Penting dari ONE Championship The Apprentice

One Championship akan segera menggelar acara reality show The Apprentice.

Diperbarui 12 Februari 2021, 07:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kandidat “The Apprentice” memiliki dasar keberanian dan juga sifat yang blak-blakan, dengan kepribadian yang sangat kuat dan dominan. Memberikan saran terkadang bisa dianggap sebagai kelemahan. 

Dengan campuran temperamen yang begitu beragam, konflik dijamin akan muncul.

Namun, agar berhasil dan bisa bekerja sama, Anda harus memiliki kemampuan untuk meredakan ketegangan. Anda perlu mempelajari cara menyelesaikan konflik secara profesional dan efektif, terkadang dalam situasi tekanan tinggi, dan sebelum Anda dapat melanjutkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Jika tidak, semuanya akan berantakan.

“The Apprentice: ONE Championship Edition” hampir sama dalam hal ini. 16 peserta semuanya berasal dari latar belakang yang berbeda, tetapi juga semuanya bersaing untuk mendapatkan tawaran pekerjaan sebesar $250.000 untuk bekerja sebagai anak didik Chairman dan CEO ONE Chatri Sityodtong di Singapura.

3. Hal-hal kecil penting

“The Apprentice” menempatkan kandidat dalam situasi yang sangat sulit, dihadapkan pada masalah yang tampaknya mustahil. Dibutuhkan kecerdasan, kemauan, dan kecerdasan bisnis yang tinggi untuk menyelesaikan tugas, apalagi memenangkan tantangan.

Namun, ketika tantangan tertentu berjalan secara datar, Anda akan sering menemukan kandidat di acara itu terganggu oleh tugas-tugas sepele. Misalnya, siapa yang bisa menulis di papan tulis, atau siapa yang memindahkan kursi di rapat. Hal-hal yang tampaknya tidak terlalu penting dalam skema besar.

Meskipun sangat penting untuk mundur beberapa langkah dan menyesuaikan kembali fokus Anda pada gambaran yang lebih besar, "The Apprentice" mengajarkan kita bahwa hal-hal kecil memiliki pengaruh. Beberapa tugas, meskipun tampak kecil dan tidak penting, sebenarnya dibutuhkan untuk memastikan pekerjaan berjalan dengan lancar.

Seperti yang mereka katakan, pemikiran tajam selalu berada dalam setiap detail.

 

4. Bertanggung Jawab atas Kegagalan Anda Sendiri

Tanggung jawab merupakan kata yang sangat besar, dan ini adalah kata yang banyak orang hindari. "The Apprentice" telah melihat banyak sekali kandidatnya sepanjang sejarah pertunjukan mencoba untuk keluar dari situasi sulit dengan menyalahkan rekan kerja atau faktor eksternal atas kesalahan mereka. Sungguh menghibur melihat mereka berebut, menunjuk jari, dan melempar satu sama lain tapi itu bukanlah cara kerja yang baik di dunia nyata.

Di dunia nyata, Anda harus bertanggung jawab atas kegagalan Anda sama seperti Anda merayakan kemenangan Anda.

Faktanya, para penggemar akan segera mengetahui bahwa salah satu mantra terpenting yang sering diulangi oleh Chairman dan CEO ONE Championship Chatri Sityodtong dalam karirnya adalah kegagalan merupakan salah satu guru terhebat dalam hidup. Anda harus bertanggung jawab atas kegagalan Anda sendiri, karena itulah artinya menjadi seorang profesional.

 

 

5. Komunikasi adalah Raja

Terakhir, “The Apprentice: ONE Championship Edition” menekankan pentingnya komunikasi. Seringkali, ketika tim gagal dalam sebuah tantangan, dikarenakan adanya gangguan dalam komunikasi. Komunikasi yang buruk menyebabkan berbagai masalah muncul.

Berapa kali kita berada dalam situasi dimana bentrok dan berdebat karena perbedaan pendapat? Hal ini sering terjadi karena sebagian besar individu, terutama di acara ini, merasa pendapat atau masukan mereka pribadi adalah yang paling penting, oleh karena itu suaranya harus paling keras. Tentu saja, hal itu tidak akan diterima semua orang, dan pada akhirnya menyebabkan perselisihan.

Di dunia nyata, tim sukses adalah tim yang berkomunikasi dengan baik satu sama lain. Perusahaan yang hebat mendorong orang untuk berkolaborasi dan bekerja sama, dan ini melibatkan komunikasi yang efektif dengan rekan kerja.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan