5 Fakta Alfred Riedl, Mantan Pelatih Timnas Indonesia yang Meninggal Dunia

Alfred Riedl meninggal dunia di usia 70 tahun. Selama karier kepelatihannya, dia tiga kali menangani Timnas Indonesia di kesempatan berbeda.

Diperbarui 08 September 2020, 20:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dia tak meninggalkan rumahnya di Pottendorf, Austria. "Saya tidak keluar rumah sama sekali, risikonya terlalu besar," kata Alfred Riedl, April lalu.

3 Kali Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Riedl tiga kali menangani timnas Indonesia. Meski gagal mempersembahkan trofi, kehadiran Riedl ikut mengangkat euforia terhadap timnas Indonesia yang sempat redup setelah Piala Asia 2007.

Riedl pertama kali menangani Timnas Indonesia pada Piala AFF 2010. Saat itu, Riedl membawa Merah Putih lolos ke final, tapi gagal menjadi juara usai kalah dari Malaysia.

Riedl kembali dipanggil menangani Timnas Indonesia di Piala AFF 2014 lalu. Tetapi, sentuhan mantan pemain timnas Austria itu tidak semoncer empat tahun sebelumnya. Pasalnya, Timnas Indonesia gagal melewati babak penyisihan grup.

Dua tahun kemudian, dia kembali dipercaya menangani Timnas Indonesia di Piala AFF 2016. Saat itu, Timnas Indonesia melaju ke final. Sayang, Riedl lagi-lagi gagal memberikan trofi lantaran pasukannya kalah di final dari Thailand dengan agregat 2-3 (2-1, 0-2).

 

 

Dapat Donor Ginjal

Alfred Riedl bukan hanya melekat dengan Timnas Indonesia. Pelatih yang tutup usia 70 tahun itu juga dekat dengan Vietnam.

Cerita itu berawal pada 2006 ketika Riedl mengalami masalah kesehatan. Pelatih yang sudah tiga kali menangani timnas Vietnam itu harus menjalani operasi cangkok ginjal.

Mendengar kabar tersebut, puluhan warga Vietnam menawarkan donor ginjal kepada Riedl. "Kami kemudian membawa dua kandidat pendonor ke Austria untuk menjalani operasi. Pendonor meninggalkan rumah sakit setelah enam hari, sedangkan saya sembilan hari," ucap Riedl ketika itu.

Dia sempat merahasiakan nama pendonor ginjalnya. "Saya masih melakukan kontak dengan pendonor, dan sekarang saya sudah sehat," ujar Riedl.

Tetapi pada 2010, salah satu stasiun televisi Indonesia mempertemukan mantan pemain timnas Austria tersebut dipertemukan dengan pendonornya. "Tiba-tiba dokter timnas Vietnam yang membantu saya datang. Beberapa menit kemudian, pendonor saya juga muncul. Keduanya ada di Jakarta. Itu sangat emosional," kata Riedl.

Riedl mengaku berutang nyawa dengan pendonor asal Vietnam tersebut. "Dia menyelamatkan nyawa saya. Tanpa donornya, maka saya harus menjalani cuci darah tiga kali dalam sepekan. Itu seperti berada di akhir kehidupan," tutur Riedl.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan