Bola Ganjil: Prinsip Herbert Prohaska, Pemain Terbaik Austria Sepanjang Masa

Simak kisah Herbert Prohaska, pemain yang terbaik Austria sepanjang masa.

Diterbitkan 01 September 2020, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selepas Inter Milan, Prohaska kembali membela Austria di Piala Dunia. Sayang, dia gagal membawa negara melampaui capaian edisi sebelumnya. Mereka tetap terhenti di 8 besar.

Tidak ada juga kesan positif. Yang ada Austria bermain mata dengan Jerman Barat pada partai pamungkas fase grup putaran pertama. Mereka tumbang 0-3 sehingga membuat kedua negara lolos ke putaran selanjutnya.

Rebut Scudetto

Kembali ke Italia, Prohaska pergi ke AS Roma. Dia kemudian menjadi keping pelengkap pada lini tengah yang berisi Carlo Ancelotti, Paulo Roberto Falcao, dan Agostino Di Bartolomei.

Statistik menunjukkan besarnya peran Prohaska bagi I Giallorossi. Dalam 26 penampilan bersamanya, AS Roma hanya kalah dua kali. Dia pun membantu klub meraih Scudetto pertama setelah menunggu 41 tahun.

Sayang Prohaska hanya setahun di AS Roma. Selepas kepergiannya, I Giallorossi mencapai final Piala Champions dan mengakhiri Serie A di urutan dua, serta memenangkan Coppa Italia. Jika Prohaska masih bertahan, bisa jadi AS Roma menjuarai ketiga ajang tersebut.

Pulang Kampung

Yang bersangkutan sendiri memutuskan pulang ke Austria Vienna. Dia langsung meninggalkan kesan mendalam pada musim pertamanya kembali dengan membantu tim menyingkirkan Inter Milan di Piala UEFA.

Prohaska lalu membantu tim kembali mendominasi sepak bola lokal dan mencapai perempat final Piala Champions 1984/1985.

Sampai akhirnya kontribusinya berkurang seiring bertambahnya usia. Prohaska gantung sepatu pada 1989.

Pemain Terbaik

Pada UEFA Jubilee Awards tahun 2004, Prohaska dianugerahi gelar Pemain Terbaik Austria Abad Ini. Dalam kesempatan itu, dia mengaku tidak pernah bermimpi memenangkan penghargaan tersebut. Prohaska mengklaim lebih berambisi menjadi juara dunia bersama Austria atau membawa Austria Vienna berjaya di Eropa.

Komentar tersebut menunjukkan karakter Prohaska sebenarnya. Dia berusaha meningkatkan kualitas tim walau akibatnya namanya jadi tidak terekspos. Suatu prinsip yang sudah dia tunjukkan sepanjang kariernya. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan