5 Tips Mengatur Keuangan Pribadi Saat New Normal

Setelah tiga bulan terakhir produktivitas masyarakat menurun drastis, tentunya juga berpengaruh pada daya beli sebagian besar masyarakat.

Diperbarui 26 Juni 2020, 09:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Untuk lebih mudahnya, kebutuhan adalah sesuatu yang akan memengaruhi kemampuan seseorang untuk hidup, semua yang tidak termasuk dalam kategori tersebut dapat dianggap sebagai keinginan.

3. Jangan Berutang!

Hindari gaya hidup konsumtif dan terutama hindari membeli barang secara kredit.

Memasuki fase ‘new normal’ kita akan memasuki fase kehidupan yang benar-benar baru dan perlu adaptasi tinggi, sehingga kestabilan keuangan pribadi menjadi sangat penting.

Hindari menambah beban keuangan dalam waktu dekat dengan berutang maupun mengambil cicilan, terutama untuk barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

4. Miliki dana darurat

Mengamankan persediaan dana dan mengambil langkah yang tepat perlu disusun ulang untuk memastikan pendapatan dikelola dengan sangat baik.

Fokus pada tujuan untuk menambah dana darurat atau emergency fund bisa jadi salah satu strategi. Hal ini dapat dimulai dengan memisahkan pemasukan ke dalam rekening yang terpisah sehingga kebutuhan harian dan kebutuhan mendesak tidak tercampur.

5. Bijak berinvestasi

Jika memiliki dana mengendap, investasi pada instrumen yang tergolong mudah dicairkan seperti deposito, emas, reksadana, dan mata uang asing juga bisa dijadikan pilihan untuk memaksimalkan pemasukan.

Selalu lakukan diversikasi dan jangan berinvestasi di satu tempat saat ini. Jangan mudah tergoda dan lakukan perencanaan investasi dengan tepat. Ingat, kita tidak tahu persis berapa lama kondisi ‘new normal’ ini akan bertahan.

Disadur dari Fimela.com (penulis Nabila Meccadenisa, Published 25/6/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Thomas, Fadjriah NurdiarsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan