Sukses

Perkembangan Vaksin Virus Corona Covid-19 di Seluruh Dunia, Menunggu Kabar Baik

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi virus corona covid-19 masih terjadi di seluruh dunia. Tak heran seluruh peneliti di seluruh dunia masih mencari vaksin virus tersebut, termasuk di Indonesia.

"Paling tidak harus 170-an juta penduduk Indonesia harus divaksin. Dan kalau satu orang perlu dua ampul (vaksinasi pertama dan kedua), berarti ada 340 juta vaksin yang diperlukan," ujar Mendagri Tito Karnavian.

WHO menargetkan pada akhir 2020 ada 100 juta vaksin virus corona covid-19 yang siap pakai. Pada 2021, WHO mencoba optimistis bahwa miliaran vaksin sudah tersedia.

Negara-negara maju seperti Inggris dan Amerika Serikat berusaha yang terdepan. Namun China, bahkan negara Afrika juga meneliti vaksin untuk virus corona Covid-19.

Berikut perkembangan vaksin virus corona Covid-19 di seluruh dunia.

 

2 dari 5 halaman

China dan Singapura

1. China

China menambah satu lagi daftar vaksin yang masuk uji klinis fase 2. Kali ini vaksin berasal dari Institut Biologi Medis yang berada di bawah Akademi Ilmu Medis China.

Menurut laporan Xinhua, Senin (22/6/2020), Fase 2 ini akan mengevaluasi imunogenisitas dan keamanan vaksin ini di tubuh manusia.

Sejauh ini, sudah ada lima kandidat vaksin Virus Corona di China yang disetujui untuk uji klinis.

2. Singapura

Ilmuwan Singapura tengah meneliti vaksin Virus Corona COVID-19 dari perusahaan AS, Arcturus Therapeutics. Mereka akan memulai uji coba vaksin ke manusia pada Agustus 2020 setelah respons menjanjikan terlihat pada tikus.

Lebih dari 100 vaksin sedang dikembangkan secara global, termasuk beberapa sudah dalam uji coba manusia, seperti AstraZeneca dan Pfizer untuk mencoba dan mengendalikan penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 8 juta orang dan membunuh lebih dari 430.000 di seluruh dunia.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Kamis (18/56/2020) vaksin yang sedang dievaluasi oleh Sekolah Kedokteran Duke-NUS Singapura bekerja pada teknologi Messenger RNA (mRNA) yang relatif belum teruji, yang menginstruksikan sel manusia untuk membuat protein Virus Corona spesifik sehingga menghasilkan respons kekebalan.

3 dari 5 halaman

3. Amerika Serikat

Percobaan luas yang pertama kalinya atas sebuah kandidat vaksin Virus Corona COVID-19 akan diadakan bulan depan, kata Moderna, perusahaan bioteknologi AS.

Untuk mengembangkan vaksin itu, perusahaan tersebut bekerja sama dengan Lembaga Nasional Kesehatan Amerika.

Pihak Moderna mengatakan bahwa percobaan pengetesan vaksin tersebut akan melibatkan 30 ribu orang sukarelawan, sebagian akan diberi calon vaksin, dan plasebo diberikan kepada sebagian lainnya.

4 dari 5 halaman

4. Jerman

Badan regulasi pembuat vaksin Jerman Paul Ehrlich Institut (PEI) mengonfirmasi pada Rabu 17 Juni 2020, CureVac akan memulai uji coba eksperimental vaksin Virus Corona covid-19 pada manusia. Perusahaan bioteknologi di Kota Tübingen itu menjadi yang kedua di Jerman melakukan proses tersebut.

Uji klinis akan melibatkan 168 relawan orang dewasa, sebanyak 144 orang di antaranya akan diberi vaksin Corona COVID-19 dan sisanya menjadi kelompok pembanding. Uji vaksinasi akan dimulai bulan Juni ini.

CureVac mengharapkan hasil dari fase pertama uji vaksin virus corona sudah bisa diperoleh akhir tahun 2020. Jika hasil uji fase pertama cukup menjanjikan, uji coba dengan skala lebih luas bisa dimulai sekitar bulan September atau Oktober.

5 dari 5 halaman

5. Nigeria

Tim peneliti dari Universitas Adeleke di Nigeria juga mengklaim sudah menemukan vaksin Virus Corona (COVID-19). Targetnya vaksin ini akan selesai pada 18 bulan mendatang setelah melalui penelitian lebih lanjut.

"Vaksinnya nyata. Kita telah memvalidasinya beberapa kali. Targetnya adalah masyarakat Afrika, tetapi juga bisa berfungsi ke ras-ras lain. Ini akan berfungsi. Ini tak bisa dipalsukan. Ini adalah hasil dari tekad. Ini berkat usaha banyak ilmuwan," ujar Dr. Kolawole seperti dikutip Anadolu, Senin (22/6/2020).

Disadur dari: Kanal Global Liputan6.com (penulis Tommy K, editor Raden Trimutia Hatta, published 22/6/2020)