Sukses

Era New Normal, Kampanye Pilkada 2020 Diharapkan Digelar Secara Virtual

Liputan6.com, Jakarta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan kepada kontestan di Pilkada serentak 2020 agar tidak menggelar kampanye akbar. Dia berharap ada cara lain untuk melakukan kampanye.

"Pak Menteri menganjurkan agar pelaksanaan kampanye yang dilakukan oleh bakal calon saat ini sudah diatur oleh protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Karena itu, kampanye akbar ditiadakan," kata Karo Humas Pemprov NTT Marius A Jelamu di Kupang, Kamis (18/6/2020).

Hal ini dikatakan Marius usai kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian ke PLBN Motaain, di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Marius mengatakan bahwa Mendagri justru mengharapkan agar pelaksanaan kampanye di Pilkada dilakukan secara virtual. Ini agar hal-hal yang berkaitan dengan protokol kesehatan tidak dilanggar.

"Pak Menteri Dalam Negeri justru menganjurkan agar pelaksanaan kampanye dilakukan secara virtual melalui sistem daring, sehingga lebih aman," ujar Marius seperti dikutip dari Antara.

 

2 dari 3 halaman

Pengecualian

Namun, kata Marius, jika ada beberapa daerah yang jaringan telekomunikasinya buruk maka diizinkan kampanye terbuka, namun harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Apalagi, kata dia, pelaksanaan pilkada serentak di tengah pandemi COVID-19 ini sudah diatur dalam peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

Tito Karnavian, kata dia, juga mengharapkan pelaksanaan pilkada di NTT khususnya bisa berjalan dengan lancar. Namun dibutuhkan pengawasan bersama oleh Pemerintah Provinsi NTT.

 

3 dari 3 halaman

Lahirkan Pemimpin yang Baik

 

Dalam kegiatan itu, Menkopolhukam Mahfud MD juga berharap, pilkada serentak di Provinsi NTT mampu melahirkan pemimpin yang baik.

"Pemilu itu merupakan wujud nyata dari asas, sistem dan mekanisme demokrasi. Bahwa pemerintahan itu ditentukan oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat," ujarnya mengutip pernyataan Menkopolhukam.

Disadur dari kanal news Liputan6.com (Nila Chrisna Yulika,published 19/6/2020)